Bos MI: Harga Minyak Sentuh USD 80/Barel Efek Perang Jadi "Lampu Kuning"
Penilaian MSCI, Moody's hingga Fitch Rating yang menurunkan outlook utang RI ke Negatif menjadi sentimen yang turut menekan pasar keuangan RI di tengah gonjang-ganjing perang Iran Vs Amerika Serikat.
Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan tekanan yang terjadi di bursa saham saat ini tidak hanya dialami IHSG tetapi juga bursa global, dimana rumor terkait perang, hingga penutupan selat Hormuz masih menjadi sentimen yang menekan.
Sementara di pasar obligasi, sentimen terkait pengelolaan APBN yang lebih agresif turut menjadi perhatian. Investor khawatir lonjakan harga minyak akan membebani APBN dari sisi subsidi energi meski di sisi lain kenaikan harga komoditas akan menguntungkan sektor sawit dan batu bara serta nikel.
Pemerintah perlu memperhatikan kondisi kenaikan harga minyak dunia, saat harga minyak USD 80 per barel menjadi ‘lampu kuning’ namun jika naik ke USD 900-100/barel akan semakin menekan APBN.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

- 끝 -