Harga Emas Tertekan Dolar dan Obligasi AS

avatar
· Views 1,714

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah dolar menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik.

Dolar AS menguat ketika investor bersiap untuk kenaikan suku bunga AS, tetapi permintaan safe-haven yang dipicu oleh krisis Ukraina dan inflasi yang meningkat membuat emas tetap di jalur untuk kenaikan mingguan.

Harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir US$9,8 atau 0,49 persen, menjadi ditutup pada US$1.974,90 per ounce.

Mengutip Antara, sementara bank sentral di seluruh dunia berlomba untuk menjinakkan lonjakan inflasi, Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (14/4) tetap pada rencananya untuk menarik kembali stimulus tahun ini, sebuah langkah yang terlihat kurang agresif dalam menghadapi inflasi yang melonjak.

"Anda mendapat kejutan dovish dari ECB, yang benar-benar memberikan kekuatan di sini untuk dolar. Jadi emas mendapat pukulan keras di sini," kata Edward Moya, analis senior OANDA.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,5 persen, membuat harga emas dalam dolar lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Harga emas juga terpukul akibat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Presiden Fed New York John Williams mengatakan bank sentral harus mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada pertemuan berikutnya pada Mei. Menurutnya kenaikan suku bunga 50 basis poin adalah "opsi yang sangat masuk akal" untuk Mei 2022.

Namun, harga emas masih menuju kenaikan mingguan kedua berturut-turut, sejauh ini naik sekitar 1,3 persen.

"Rusia tampaknya bersiap untuk meluncurkan serangan besar di timur negara (Ukraina) - yang menghasilkan permintaan emas yang cukup besar sebagai tempat yang aman," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann dalam sebuah catatan.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest