
Harga emas dunia kembali menguat pada Rabu (28 Oktober 2026), menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). XAU/USD bergerak di sekitar $4.044 pada awal sesi Asia, naik sekitar 1,15% dalam perdagangan harian.
XAU/USD
▲ ~$4.044
Naik ~1,15% secara harian
DXY
~102.4
Menguat 3 sesi berturut-turut
Kenaikan ini didukung oleh penurunan harga minyak mentah selama dua hari berturut-turut, yang membantu meredakan sebagian kekhawatiran terhadap inflasi. Meski demikian, penguatan emas masih menghadapi tantangan karena dolar AS bertahan kuat dan pasar memperkirakan The Fed berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada Desember.
Keputusan Suku Bunga The Fed
Kamis, 29 Oktober 2026 · 01.00 WIB
Keputusan The Fed, yang akan keluar malam ini akan jadi perhatian utama pelaku pasar. Investor tidak hanya menunggu keputusan suku bunga, tetapi juga mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS dalam beberapa bulan ke depan.
The Fed Diperkirakan Menahan Suku Bunga, tetapi Desember Jadi Sorotan
Pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Berdasarkan laporan CNBC Fed Survey yang diterbitkan pada 27 Oktober, sebanyak 93% dari 30 responden yang terdiri dari manajer investasi, ahli strategi, dan ekonom memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan kali ini.
Survei CNBC — Tahan Suku Bunga (Oktober)
93%
Dari 30 responden
Survei CNBC — Naik Suku Bunga (Desember)
76%
Dari 30 responden
Namun, prospek Desember berbeda. Sebanyak 76% responden survei CNBC memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Sementara itu, data probabilitas pasar yang dikutip FXStreet menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober hanya sekitar 6,6%, sedangkan peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 84,4%.
Probabilitas Pasar Kenaikan Suku Bunga (FXStreet)
Oktober: ~6,6% · Desember: ~84,4%
Angka-angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Survei CNBC mencerminkan pendapat para responden, sedangkan probabilitas pasar menggambarkan ekspektasi yang tercermin dalam instrumen keuangan. Keduanya bukan keputusan resmi The Fed dan dapat berubah mengikuti data ekonomi terbaru.
Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi tantangan bagi emas. Jika The Fed mempertahankan suku bunga tetapi memberikan sinyal kuat bahwa pengetatan masih diperlukan, dolar AS dan imbal hasil obligasi dapat tetap memperoleh dukungan. Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan XAU/USD. Sebaliknya, jika pernyataan The Fed lebih berhati-hati daripada yang diperkirakan pasar, emas berpeluang mendapat dukungan tambahan.
Dolar AS Bertahan Kuat, Membatasi Ruang Kenaikan Emas
Indeks dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 102.4, setelah menguat selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didukung oleh sikap hati-hati investor menjelang keputusan The Fed. Dolar juga memperoleh dukungan dari pelemahan dolar Selandia Baru setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) secara tak terduga mempertahankan suku bunga, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan 25 basis poin.

Meski demikian, pengaruh dolar tidak selalu dominan. Jika ketidakpastian meningkat tajam atau permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai bertambah, harga emas masih bisa menguat meskipun DXY bertahan tinggi.
Data PCE AS Berikutnya Bisa Mengubah Ekspektasi Pasar
Setelah keputusan The Fed, perhatian investor akan beralih ke data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 19.30 WIB sesuai sumber yang digunakan.
PCE merupakan salah satu indikator inflasi utama yang diperhatikan The Fed dalam mengevaluasi kestabilan harga. Data ini membantu bank sentral menilai apakah tekanan inflasi sedang mereda atau justru bertahan. Secara umum, ada dua skenario yang dapat diperhatikan trader:
Jika inflasi PCE lebih tinggi dari perkiraan
Pasar dapat meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan ketat atau menaikkan suku bunga. Dolar dan imbal hasil obligasi berpotensi menguat, sehingga emas dapat menghadapi tekanan.
Jika inflasi PCE lebih rendah dari perkiraan
Kekhawatiran terhadap pengetatan moneter dapat berkurang. Jika dolar dan imbal hasil obligasi ikut melemah, emas berpotensi memperoleh dukungan.
Respons aktual tetap bergantung pada rincian data, angka sebelumnya, dan bagaimana hasilnya dibandingkan dengan ekspektasi pasar.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader XAU/USD?
Dalam jangka pendek, pergerakan emas berpotensi ditentukan oleh 3 faktor utama:
Perhatikan apakah suku bunga dipertahankan sesuai ekspektasi dan bagaimana bank sentral menjelaskan prospek inflasi.
Penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil dapat membatasi kenaikan emas, sedangkan pelemahannya berpotensi memberikan dukungan.
Penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan inflasi, sementara eskalasi konflik dapat meningkatkan ketidakpastian pasar.
Trader juga perlu mewaspadai volatilitas menjelang dan sesudah pengumuman bank sentral. Harga dapat bergerak tajam ketika hasil keputusan atau pernyataan pejabat The Fed berbeda dari ekspektasi pasar.
Kesimpulan
Emas kembali naik ke sekitar $4.065 per troy ounce menjelang keputusan The Fed, didukung oleh penurunan harga minyak dan meredanya sebagian kekhawatiran inflasi. Namun, dolar AS yang masih kuat serta ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember membuat prospek emas tetap penuh tantangan.
Fokus pasar selanjutnya adalah nada pernyataan The Fed dan data PCE AS. Jika keduanya memperkuat ekspektasi kebijakan ketat, emas berpotensi kembali tertekan. Sebaliknya, sinyal yang lebih lunak dapat membuka ruang bagi pemulihan XAU/USD.
Bagi trader, kenaikan saat ini sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai awal tren naik baru. Konfirmasi dari pergerakan harga dan respons pasar setelah pengumuman The Fed akan menjadi faktor penting sebelum menentukan strategi.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

- 끝 -