Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usai Pemilu, Harga Minyak Langsung Turun

avatar
· Views 5,133


Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah pada Jumat (9 Oktober 2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

WTI

▼ US$91,450

Setelah melonjak tajam pada Kamis

Brent

> US$100

Masih bertahan di atas US$100

WTI bergerak turun ke area US$91,450 per barel setelah sebelumnya melonjak tajam pada Kamis. Sementara itu, minyak mentah Brent masih bertahan di atas US$100 per barel, menunjukkan bahwa risiko pasokan energi belum sepenuhnya mereda. Reuters melaporkan bahwa harga WTI turun pada perdagangan Jumat seiring meredanya kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan AS dalam waktu dekat.

Pernyataan Trump Redakan Kekhawatiran Pasar

Sebelumnya, harga minyak mendapat dorongan dari meningkatnya kekhawatiran bahwa AS dapat memperluas aksi militernya terhadap Iran. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz, membuat pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan minyak dunia.

Namun, sentimen berubah setelah Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berlangsung produktif dan menegaskan bahwa AS tidak akan menyerang negara tersebut sebelum pemilu November. Pernyataan itu mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik. Meski demikian, belum ada jaminan bahwa ketegangan akan segera berakhir. Selama situasi di Timur Tengah belum stabil, harga minyak masih berpotensi bergerak volatil.

Blokade Tetap Berjalan, Risiko Eskalasi Belum Hilang

Keputusan Trump untuk tidak menyerang Iran sebelum pemilu tidak sama dengan penghentian tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran. Trump menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku. Pada saat yang sama, laporan Associated Press menyebut AS sedang memperkuat kehadiran militernya di kawasan, termasuk pengerahan tambahan personel Angkatan Laut dan Marinir serta kapal induk ketiga.

Kondisi ini membuat pasar menghadapi dua kemungkinan yang berbeda. Pembicaraan diplomatik dapat membantu meredakan ketegangan dan memulihkan pengiriman energi. Namun, jika negosiasi menemui jalan buntu atau serangan terhadap kapal kembali meningkat, kekhawatiran terhadap pasokan dapat muncul lagi.

Karena itu, pernyataan Trump lebih tepat dipandang sebagai penundaan potensi serangan sebelum pemilu, bukan jaminan bahwa konflik akan segera berakhir.

Dampak Terhadap Inflasi dan Pasar Keuangan

Pergerakan minyak menjadi perhatian pelaku pasar karena harga energi berpengaruh terhadap biaya transportasi, produksi, dan inflasi. Penurunan harga minyak dapat membantu mengurangi tekanan inflasi apabila berlangsung konsisten. Namun, harga yang masih tinggi dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Bagi pasar forex, perubahan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, imbal hasil obligasi, dan sentimen risiko. Dolar AS berpotensi mendapat dukungan ketika ketegangan geopolitik meningkat, tetapi arah pergerakannya tetap bergantung pada data ekonomi dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.

Emas juga dapat mengalami pergerakan yang beragam. Ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan permintaan aset safe haven, sedangkan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi berpotensi menekan harga emas.

Harga Bensin dan Inflasi Menjadi Tekanan Tambahan bagi AS

Kenaikan harga energi juga memiliki dampak langsung terhadap konsumen AS.

Harga Rata-rata Bensin Nasional AS (per Galon)

Sebelum perang (akhir Februari): US$2,98  ➜  Kamis: US$4,36

Harga rata-rata bensin nasional mencapai US$4,36 per galon pada Kamis, naik dari US$2,98 sebelum perang dimulai pada akhir Februari. Kenaikan biaya bahan bakar menambah tekanan terhadap biaya hidup ketika isu keterjangkauan menjadi perhatian utama pemilih menjelang pemilu paruh waktu.

Dukung Aksi Militer ke Iran

37% ➜ 31%

Maret ➜ Agustus

Perkirakan Konflik Berlangsung Lama

83%

Survei Reuters/Ipsos pada Agustus menunjukkan 31% warga AS mendukung aksi militer terhadap Iran, turun dari 37% pada Maret. Sebanyak 83% responden memperkirakan konflik akan berlangsung lama. Angka tersebut menggambarkan sentimen publik pada saat survei dilakukan, bukan ukuran dukungan terkini.

Dari sisi ekonomi, minyak yang mahal dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi. Jika kenaikan energi bertahan, tekanan inflasi bisa kembali menguat dan mempersulit bank sentral dalam menentukan arah suku bunga.

Dampaknya terhadap Dolar AS, Yield, dan Emas

Bagi pasar keuangan, perkembangan konflik AS-Iran memiliki beberapa jalur dampak yang perlu diperhatikan.

1 Dolar AS

Ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Namun, jika pernyataan Trump benar-benar diikuti kemajuan diplomatik dan risiko konflik mereda, permintaan terhadap dolar sebagai aset perlindungan dapat berkurang. Arah akhirnya tetap bergantung pada data ekonomi AS dan ekspektasi suku bunga.

2 US Treasury Yield

Harga minyak yang tinggi berpotensi meningkatkan ekspektasi inflasi. Jika investor menilai inflasi akan bertahan lebih lama, yield obligasi dapat kembali tertekan naik karena pasar menyesuaikan perkiraan suku bunga. Sebaliknya, berkurangnya risiko konflik dapat menurunkan premi risiko dan membantu meredakan tekanan pada pasar obligasi.

3 Emas (XAU/USD)

Emas bisa memperoleh dukungan ketika ketidakpastian geopolitik meningkat. Namun, penguatannya tidak selalu berlangsung mulus. Jika kenaikan minyak mendorong inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, dolar dan yield yang meningkat justru dapat membatasi kenaikan emas.

Artinya, trader perlu melihat perkembangan geopolitik bersama pergerakan Dolar AS, yield Treasury, dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve, bukan mengandalkan satu faktor saja.

Secara keseluruhan, pelemahan WTI ke area US$91,450 mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap serangan AS dalam waktu dekat. Namun, harga minyak belum tentu melanjutkan penurunan karena risiko geopolitik dan gangguan pasokan masih membayangi pasar. Trader perlu memantau perkembangan terbaru sebelum mengambil keputusan, terutama ketika harga masih rentan terhadap perubahan sentimen secara cepat.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 6
avatar
Yes mantap turun trs la
avatar
Yeaah turun dong BBM
avatar
Udh jgn serang2 lagi napa
avatar
bagus la
avatar
Bensin udh mahal ini
avatar
Udh stop ae

- 끝 -

  • tradingContest