Mengikuti Strategi Trading Bukan Jaminan untuk Selalu Profit

avatar
· Views 1,230



Mengikuti Strategi Trading Bukan Jaminan untuk Selalu Profit



Ada kesalahpahaman umum di kalangan trader. Salah satunya adalah anggapan bahwa mengikuti strategi trading tertentu akan membuat seseorang pasti profit. Anggapan inilah yang dapat mendorong trader mengambil risiko terlalu besar hingga akhirnya mengalami margin call.

Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Sebagus apa pun sebuah strategi trading, tetap akan ada perdagangan yang mengalami loss. Tidak ada strategi yang mampu menghasilkan profit pada setiap kondisi pasar, dan strategi dengan probabilitas kemenangan yang benar-benar sangat tinggi juga patut diperiksa lebih lanjut.

Jika seseorang menunjukkan bukti bahwa strateginya memiliki win rate yang sangat tinggi, misalnya 90%, ada setidaknya dua hal yang perlu diperiksa:




  1. Apakah ia menggunakan averaging, hedging, atau martingale?
  2. Apakah jumlah transaksinya masih terlalu sedikit, misalnya kurang dari 100 trade atau baru berjalan selama beberapa bulan?

1. Win rate dapat terlihat tinggi karena averaging atau martingale

Averaging dan martingale dapat membuat jumlah posisi yang dihitung sebagai transaksi menjadi jauh lebih besar daripada jumlah peluang trading yang sebenarnya.

Misalnya, seseorang menemukan 10 peluang trading. Pada 9 peluang, ia hanya membuka satu posisi dan semuanya berakhir loss. Berarti terdapat 9 transaksi loss.

Kemudian, pada satu peluang lainnya, ia melakukan averaging hingga akhirnya memiliki 91 posisi dan seluruh posisi tersebut ditutup dalam kondisi profit.

Jika setiap posisi dihitung sebagai satu transaksi, maka hasilnya adalah:




  • 9 transaksi loss
  • 91 transaksi profit
  • Total 100 transaksi
  • Win rate = 91%

Sekilas, win rate 91% terlihat sangat bagus.

Namun, sebenarnya hanya ada 10 peluang trading, bukan 100 peluang trading.

Sembilan peluang menghasilkan loss, sedangkan satu peluang menghasilkan profit setelah dilakukan averaging berkali-kali. Jadi, win rate berdasarkan jumlah posisi tidak lagi menggambarkan win rate dari peluang trading yang sebenarnya.

Tentu saja, averaging bisa menghasilkan profit jika dilakukan pada kondisi yang tepat. Masalahnya muncul ketika peluang tersebut ternyata terus bergerak melawan posisi. Dalam kondisi seperti itu, semakin banyak posisi yang ditambahkan justru dapat memperbesar kerugian secara signifikan.




2. Sample yang terlalu sedikit dapat membuat win rate terlihat tinggi

Masalah berikutnya adalah jumlah transaksi yang terlalu sedikit.

Misalnya, seseorang baru melakukan 30 trade dan berhasil memenangkan 27 di antaranya. Win rate-nya adalah 90%.

Angka tersebut memang benar secara matematis. Namun, 30 trade masih merupakan sample yang relatif kecil untuk menyimpulkan bahwa strategi tersebut secara konsisten memiliki win rate 90%.

Jika kondisi pasar pada periode tersebut sangat sesuai dengan karakter strategi yang digunakan, win rate bisa terlihat sangat tinggi. Sebaliknya, ketika kondisi pasar berubah dan tidak lagi mendukung strategi tersebut, win rate dapat turun secara drastis.

Dengan kata lain, semakin sedikit sample yang digunakan, semakin mudah beberapa transaksi tertentu memengaruhi hasil keseluruhan. Karena itu, win rate dari sample kecil belum tentu mencerminkan performa strategi dalam berbagai kondisi pasar.




Win rate bukan sesuatu yang tetap

Pada praktiknya, sebuah strategi trading dapat memiliki win rate yang berbeda-beda pada periode yang berbeda.

Sebuah strategi mungkin memiliki win rate yang sangat tinggi selama beberapa bulan karena kondisi pasar sedang sesuai dengan karakter strateginya. Namun, ketika diuji dalam periode yang jauh lebih panjang, misalnya 5 atau 10 tahun, hasilnya bisa jauh lebih moderat.

Misalnya, sebuah strategi memiliki win rate sekitar 50–60% dalam jangka panjang.

Artinya, sebagian besar perdagangan tetap memiliki kemungkinan mengalami loss. Jika win rate-nya 60%, secara sederhana masih terdapat sekitar 40% perdagangan yang berakhir loss.

Masalahnya adalah kita tidak tahu perdagangan mana dan kapan 40% tersebut akan terjadi.

Trade berikutnya bisa menjadi trade yang profit. Tetapi bisa juga menjadi trade yang loss. Bahkan beberapa loss dapat terjadi secara berurutan.

Karena kita tidak mengetahui urutan tersebut, mengambil risiko yang terlalu besar pada setiap trade dapat membahayakan kelangsungan modal trading.

Risiko besar memang dapat menghasilkan profit yang besar. Namun, risiko yang sama juga dapat menghasilkan loss yang besar.

Karena itu, mengikuti sebuah strategi trading bukan berarti kita akan selalu profit. Yang lebih penting adalah memahami bahwa loss merupakan bagian dari distribusi hasil strategi, dan ukuran risiko harus tetap mampu menghadapi kemungkinan terjadinya serangkaian loss.


#FollowmeCreatorID# #OPINIONLEADER#

편집됨

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

독자들의 호평을 받았습니다. 팁으로 총 35를 받았습니다.
댓글 0

  • tradingContest