
Citadel Securities menilai bahwa sikap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pasca periode inflasi tinggi masih menjadi faktor utama yang mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor panjang bertahan di level tertinggi dalam beberapa dekade. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko bagi pasar keuangan secara keseluruhan.
Menurut Nohshad Shah, Head of EMEA Fixed-Income Sales Citadel Securities, tingginya yield Treasury jangka panjang mencerminkan pandangan pasar bahwa The Fed dan pemerintah cenderung memilih kebijakan yang lebih longgar ketika menghadapi tantangan ekonomi. Selama persepsi tersebut masih bertahan, volatilitas di pasar diperkirakan tetap tinggi.
Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun bahkan sempat menyentuh 5,28%, level tertinggi dalam 19 tahun. Kenaikan ini terjadi setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed bulan September, meskipun data terbaru menunjukkan inflasi dan permintaan konsumen mulai melambat.
Shah juga mengingatkan bahwa perlambatan inflasi dan pasar tenaga kerja yang lebih lemah belum cukup menjadi alasan bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Ia menyoroti bahwa lebih dari 55% harga barang inti (core goods) masih mengalami kenaikan, sehingga keputusan The Fed pada pertemuan berikutnya diperkirakan akan berlangsung cukup ketat.
Di luar isu suku bunga, Citadel Securities melihat tren investasi kecerdasan buatan (AI) mulai bergeser. Fokus investor dinilai akan lebih banyak mengarah pada perusahaan penyedia infrastruktur cloud seperti Microsoft dan Google, yang memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendapatan dari kebutuhan komputasi dan distribusi AI dibandingkan pengembang model AI seperti OpenAI maupun Anthropic.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

- 끝 -