No.28/148/DKom
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK pada Juli 2026 tercatat mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,88% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,34% (yoy). Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.
Inflasi kelompok inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,14% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,23% (mtm). Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang tetap terjaga di tengah masih tingginya harga komoditas global. Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah biaya sekolah dasar, sepeda motor, pelumas/oli mesin, biaya taman kanak-kanak, telepon seluler, dan biaya bimbingan belajar. Secara tahunan, inflasi inti pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,76% (yoy), stabil dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,76% (yoy).
Kelompok volatile food mengalami deflasi. Kelompok volatile food pada Juli 2026 mengalami deflasi sebesar 1,68% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah seiring dengan peningkatan pasokan terutama di daerah sentra. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 2,52% (yoy), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 5,58% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi erat pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID, serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Kelompok administered prices mengalami inflasi. Kelompok administered prices pada Juli 2026 mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 1,41% (mtm). Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh komoditas bensin seiring dengan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax pada 10 Juni 2026 dan tetap berlaku hingga Juli 2026. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 3,58% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,42% (yoy).
Jakarta, 3 Agustus 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : [email protected]
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
