Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Triwulan I 2026 Menurun

avatar
· Views 2,035
Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Triwulan I 2026 Menurun

No.28/120/DKom 

Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan I 2026 mencatat kewajiban neto yang menurun. Pada akhir triwulan I 2026, PII Indonesia mencatat kewajiban neto sebesar 227,6 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan kewajiban neto pada akhir triwulan IV 2025 sebesar 273,4 miliar dolar AS. Kewajiban neto yang menurun dipengaruhi oleh penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih dalam dari penurunan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Posisi AFLN Indonesia menurun terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi cadangan devisa sejalan dengan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi AFLN pada akhir triwulan I 2026 tercatat sebesar 556,7 miliar dolar AS, turun 0,4% (qtq) dari 559,1 miliar dolar AS pada akhir triwulan IV 2025. Penurunan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan harga aset dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang negara penempatan aset, di tengah meningkatnya posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya.

Posisi KFLN Indonesia menurun di tengah aliran masuk modal asing pada investasi langsung dan investasi portofolio yang tetap terjaga. Posisi KFLN Indonesia pada akhir triwulan I 2026 tercatat sebesar 784,3 miliar dolar AS, turun sebesar 5,8% (qtq) dari 832,6 miliar dolar AS pada akhir triwulan IV 2025. Penurunan tersebut terutama bersumber dari pelemahan nilai instrumen keuangan domestik di tengah kinerja investasi langsung yang tetap membukukan surplus yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik. Posisi investasi portofolio dan investasi lainnya menurun sejalan dengan pembayaran surat utang sektor swasta dan pinjaman luar negeri yang jatuh tempo. Selain itu, posisi KFLN juga dipengaruhi oleh pelemahan harga saham dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk Rupiah.

Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan I 2026 tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan eksternal. Hal ini tecermin dari rasio PII Indonesia terhadap PDB pada triwulan I 2026 sebesar 15,5%, lebih rendah dibandingkan 18,9% pada triwulan IV 2025. Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (92,5%) terutama dalam bentuk investasi langsung. Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. Selain itu, Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat pada Lapor​an PII Indonesia Triwulan 2026​ di website Bank Indonesia.

 

 

Jakarta, 10 Juni 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

 

Lampiran
Kontak

 

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : [email protected]
​​​​Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 10 Juni 2026

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest