Strategi Baru BI: Perkuat Operasi Moneter untuk Jaga Rupiah

avatar
· Views 1,935

Strategi Baru BI: Perkuat Operasi Moneter untuk Jaga Rupiah

Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah baru untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah kondisi global yang masih penuh tekanan. Kali ini, BI memperkuat strategi operasi moneternya dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis pasar, sebagai respons atas gejolak ekonomi global, terutama akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Instrumen Baru Mulai Berlaku

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengungkapkan bahwa mulai 30 Maret 2026, BI resmi mengimplementasikan instrumen baru.

Instrumen tersebut berupa transaksi repo valuta asing, dengan underlying:

  • Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI)
  • Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI)

Langkah ini bertujuan untuk membuat kebijakan moneter lebih efektif dan responsif terhadap kondisi pasar.

Dorong Likuiditas dan Pendalaman Pasar

Melalui kebijakan ini, BI ingin memberikan lebih banyak opsi bagi perbankan, khususnya dalam mengelola likuiditas valuta asing.

Selain itu, instrumen baru ini juga diharapkan bisa:

  • meningkatkan aktivitas pasar sekunder
  • memperdalam pasar uang dan valas
  • memperkuat stabilitas sistem keuangan

SVBI dan SUVBI juga semakin diperkuat sebagai aset likuid berkualitas tinggi (high quality liquid assets / HQLA), yang penting dalam menjaga kepercayaan pasar.

Rupiah Masih Tertekan Tipis

Di tengah langkah tersebut, pergerakan rupiah masih cenderung terbatas. Pada Senin (30/3) pagi, rupiah berada di level Rp16.982 per Dolar AS, melemah tipis sekitar 2 poin atau 0,01 persen.

Pergerakan Mata Uang Global

Mayoritas mata uang Asia masih bergerak di zona merah:

  • Yen Jepang menguat sekitar 0,21 persen
  • Baht Thailand melemah 0,11 persen
  • Yuan China turun 0,13 persen
  • Peso Filipina melemah 0,36 persen
  • Won Korea Selatan turun 0,20 persen


Sementara itu:

  • Dolar Singapura melemah 0,07 persen
  • Dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen


Di sisi lain, mata uang negara maju justru menguat:

  • Euro naik 0,07 persen
  • Poundsterling menguat 0,04 persen
  • Franc Swiss naik 0,04 persen

Kesimpulan

  • BI menambah instrumen baru untuk stabilisasi rupiah
  • Fokus utama: likuiditas valas & pendalaman pasar
  • Rupiah masih bergerak terbatas dekat Rp17.000
  • Sentimen global tetap jadi faktor utama

👉 Dengan strategi baru ini, BI mencoba memastikan rupiah tetap stabil, meskipun tekanan global masih belum mereda.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 2
avatar
avatar
🔥🔥

- 끝 -

  • tradingContest