
Harga emas melemah untuk hari kedua berturut-turut setelah data inflasi AS meredupkan prospek penurunan suku bunga, sementara perang di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan kembali mengangkat kekhawatiran inflasi ke depan. Emas sempat turun hingga 1% setelah melemah 0,3% pada sesi sebelumnya, seiring indeks dolar menguat hingga 0,3% dan pasar memangkas ruang pelonggaran kebijakan The Fed dalam jangka pendek.
Tekanan pada emas juga datang dari dinamika likuiditas. Ketika volatilitas meningkat, emas kerap menjadi sumber dana untuk menutup kebutuhan portofolio, meski fungsi safe-haven belum hilang. Di pasar energi, Brent kembali melampaui US$100 per barel pada Kamis, dengan kekhawatiran konflik berkepanjangan dinilai lebih dominan ketimbang rencana pelepasan cadangan darurat terbesar oleh negara-negara maju; AS disebut akan melepas 172 juta barel dari cadangan daruratnya. Arus ETF emas dilaporkan menurun sejak perang pecah, meski ada arus masuk lagi pada Selasa setelah aksi jual mingguan terbesar dalam lebih dari dua tahun.
Pada pukul 12:10 siang di Singapura, emas spot turun 0,5% menjadi US$5.151,82 per ons. Perak turun 1% menjadi US$84,89, platinum melemah, sementara paladium naik, dan Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,2%.(alg)
Sumber: Newsmaker.id
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
