No.28/50/DKom
Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator nilai tukar dan yield SBN (Surat Berharga Negara) sebagai berikut:
Pada akhir hari Kamis, 26 Februari 2026
- Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS.
- Yield SBN 10 tahun turun ke 6,41%.
- DXY
melemah ke level 97,79. - Yield UST (US Treasury) Note
10 tahun turun ke 4,004%.
Pada pagi hari Jumat, 27 Februari 2026
- Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.750 per dolar AS.
- Yield SBN 10 tahun turun ke 6,40%.
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data, perkembangan aliran modal asing untuk saham dan SBN masing-masing dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko – Kementerian Keuangan Indonesia. Selanjutnya, untuk terus memperkuat akuntabilitas dan reliabilitas data, maka mulai minggu pertama Maret 2026, siaran pers Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah tidak akan diterbitkan. Informasi terkait data perkembangan transaksi SRBI periode mingguan dapat diakses pada website BI melalui menu Statistik - Indikator atau link berikut.
Jakarta, 27 Februari 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif
DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).
UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : [email protected]
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

- 끝 -