IHK Januari 2026 Mengalami Deflasi

avatar
· Views 2,424
IHK Januari 2026 Mengalami Deflasi

No. 28/26/DKom 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang secara umum terkendali serta deflasi pada kelompok volatile food dan administered prices. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara tahunan tercatat sebesar 3,55% (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,92% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi 2026 dan 2027 secara tahunan akan menurun sehingga tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Prakiraan ini didukung oleh konsistensi kebijakan moneter dan eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional, dan berakhirnya pengaruh base effect akibat rendahnya inflasi Januari 2025 karena implementasi kebijakan diskon tarif listrik.


Inflasi inti tetap terkendali
. Inflasi inti pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,37% (mtm), sedikit lebih tinggi dari realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,20% (mtm). Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas emas global, di tengah ekspektasi inflasi yang tetap terjaga. Realisasi inflasi inti pada Januari 2026 disumbang terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan, sewa rumah, dan sepeda motor. Secara tahunan, inflasi inti Januari 2026 tercatat sebesar 2,45% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,38% (yoy).


Kelompok 
volatile food mengalami deflasi. Kelompok volatile food pada Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 1,96% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 2,74% (mtm). Deflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah seiring dengan peningkatan pasokan pada masa panen. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 1,14% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 6,21% (yoy). Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.


Kelompok 
administered prices mencatat deflasi. Kelompok administered prices pada Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,32% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,37% (mtm). Komoditas penyumbang deflasi bulanan administered prices terutama bensin, tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antarkota akibat penurunan harga BBM nonsubsidi dan normalisasi mobilitas pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 9,71% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,93% (yoy), terutama diakibatkan oleh faktor base effect seiring implementasi kebijakan diskon tarif listrik rumah tangga sebesar 50% pada Januari-Februari 2025.

 

Jakarta, 2 Februari 2026
Departemen Komunikasi
Ramdan Denny Prakoso
Direktur Eksekutif

IHK Januari 2026 Mengalami Deflasi

Kontak

 

Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : [email protected]
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Halaman ini terakhir diperbarui 5 Februari 2026

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest