
Pasar keuangan global bergerak cukup volatil menjelang rilis data penting Amerika Serikat, yakni Nonfarm Payrolls dan inflasi CPI. Data ini menjadi penentu arah kebijakan The Fed dalam beberapa bulan ke depan setelah bank sentral AS memangkas suku bunga 25 basis poin ke kisaran 3,50–3,75 persen. Sikap The Fed yang cenderung dovish membuat dolar AS berada di bawah tekanan, dengan indeks dolar bertahan di sekitar area 98,4 sambil menunggu kepastian data ekonomi lanjutan.
Di tengah kondisi tersebut, investor mulai mengalihkan fokus ke aset safe haven dan mata uang yang berpotensi diuntungkan dari perubahan arah kebijakan global. Emas mencetak level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir, Yen Jepang menguat seiring spekulasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, sementara harga minyak menunjukkan stabilitas dengan peluang rebound di tengah dinamika pasokan global dan harapan pemulihan permintaan.
Emas Menguat Didukung Pelemahan Dolar dan Sentimen Safe Haven
Harga emas bergerak di kisaran USD 4.280 hingga 4.310 per ons setelah keputusan The Fed. Kebijakan moneter yang lebih longgar menekan imbal hasil obligasi AS dan melemahkan dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, ketidakpastian global dan potensi volatilitas tinggi pasca rilis NFP dan CPI membuat permintaan safe haven tetap kuat.
Selama sentimen dovish The Fed bertahan dan data ekonomi AS tidak memberikan kejutan positif besar, emas masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju area psikologis USD 4.370.
Rekomendasi XAUUSD berada pada posisi buy di area 4.270 dengan stop loss di 4.230 dan target take profit di 4.360.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
