
Keputusan The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 3,50%–3,75% memberikan dampak besar ke pasar global. Nada dovish dari Ketua The Fed membuat pelaku pasar menilai peluang pelonggaran berikutnya masih terbuka, meskipun bank sentral tetap menekankan perlunya kehati-hatian dalam menilai data ekonomi selanjutnya. Dolar AS langsung melemah terhadap mayoritas mata uang dunia, memberikan dukungan bagi komoditas seperti emas dan minyak yang cenderung menguat ketika dolar melemah.
Likuiditas pasar meningkat setelah keputusan tersebut, membuat minat investor terhadap aset berisiko kembali naik. Namun, situasi geopolitik dan isu pasokan energi global tetap menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas tiba-tiba. Di tengah kondisi campuran ini, dua saham Amerika yaitu JPMorgan dan Intel justru menunjukkan sinyal bullish yang kuat berdasarkan kombinasi fundamental dan teknikal.
JPMorgan Berpeluang Menguat Menuju Target 325
JPMorgan tetap menjadi salah satu bank dengan fundamental terkuat di dunia meskipun sempat terkoreksi dalam beberapa sesi terakhir. Pendapatan kredit yang solid, pertumbuhan laba yang konsisten, dan rasio pengembalian modal (ROTCE) yang berada di atas standar industri menunjukkan bahwa mesin profit JPMorgan masih bekerja sangat baik. UBS menegaskan bahwa saham JPMorgan “sulit diabaikan” karena struktur bisnisnya yang efisien dan stabilitas profit yang jauh lebih baik dibandingkan bank lain di AS.
Dari sisi makro, pelonggaran suku bunga The Fed membuka peluang peningkatan permintaan kredit di sektor korporasi dan konsumer. Biaya pinjaman yang lebih rendah biasanya menjadi katalis positif untuk perbankan, dan ini bisa menjadi bahan bakar bagi JPMorgan untuk kembali naik menuju area USD 325 apabila sentimen pasar membaik.
Rekomendasi JPMorgan (JPM)
Entry: Buy 304
Stop Loss: 298
Take Profit: 325
NFA
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
