
Harga minyak mentah naik tipis pada Kamis (4/12) setelah Ukraina untuk kelima kalinya menyerang jaringan pipa minyak Rusia, di tengah kebuntuan pembicaraan damai antara Moskow dan Kyiv yang menekan ekspektasi aliran minyak kembali ke pasar global.
Harga Brent naik 14 sen (0,22%) menjadi US$62,81 per barel, sementara WTI bertambah 16 sen (0,27%) menjadi US$59,11 per barel. Meski begitu, lemahnya fundamental pasar membatasi kenaikan harga.
Menurut sumber intelijen Ukraina, serangan terbaru menyasar pipa Druzhba di Tambov, Rusia tengah, yang menyalurkan minyak ke Hungaria dan Slovakia. Operator pipa dan perusahaan migas Hungaria menyatakan aliran minyak tetap normal.
Sentimen pasar juga tertekan akibat hambatan dalam negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina. Perwakilan Presiden AS Donald Trump meninggalkan pertemuan dengan Kremlin tanpa kemajuan berarti. Sebelumnya, harapan pencabutan sanksi Rusia sempat menekan harga karena potensi tambahan pasokan. Analis IG Tony Sycamore menekankan bahwa kekhawatiran kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan masih membebani harga. Fitch Ratings juga menurunkan asumsi harga minyak 2025–2027 karena ekspektasi surplus produksi global.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
