
Harga minyak kembali naik pada awal perdagangan Selasa, melanjutkan penguatan sesi sebelumnya, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat serangan drone Ukraina ke fasilitas energi Rusia serta memanasnya hubungan AS–Venezuela.
Brent naik 14 sen (0,2%) ke US$63,31 per barel pada pukul 01.02 GMT, sementara WTI bergerak naik 18 sen (0,3%) ke US$59,50 per barel. Kedua acuan tersebut sebelumnya telah menguat lebih dari 1% pada Senin.
Caspian Pipeline Consortium menyampaikan bahwa pengiriman minyak di terminal Laut Hitam kembali dibuka melalui titik tambat SPM 1 setelah serangan drone besar pada 29 November, meski SPM 2 masih dilaporkan rusak. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menegaskan bahwa prioritas Kyiv tetap mempertahankan kedaulatan dan memperoleh jaminan keamanan yang kuat, sementara isu wilayah masih menjadi titik negosiasi paling sulit. Utusan AS Steve Witkoff dijadwalkan memberi pengarahan kepada Kremlin pada Selasa.
Dari Washington, Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan para penasihatnya untuk membahas tekanan baru terhadap Venezuela. Akhir pekan lalu, Trump menyatakan wilayah udara di sekitar negara tersebut harus dianggap “ditutup sepenuhnya”, tanpa memberikan detail tambahan. Sementara itu, OPEC+ tetap pada rencana kenaikan produksi kecil untuk Desember dan menghentikan peningkatan pada kuartal pertama 2026 karena kekhawatiran kelebihan pasokan.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
