
Analisa Teknikal
Trend : Bearish
Timeframe : H1
Harga emas (XAU/USD) melemah pada hari Selasa setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di sekitar $4.380 pada hari Senin. Penurunan ini terjadi karena Dolar AS (USD) kembali menguat dan sebagian trader melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan harga yang terlalu tinggi. Saat berita ini ditulis, emas diperdagangkan di sekitar $4.135, turun hampir 5% setelah sempat menyentuh level terendah harian di $4.081.
Berdasarkan kombinasi candlestick dan indikator Moving Average yang terbentuk saat ini menunjukan bahwa Trend Bearish semakin menguat pada XAUUSD.
Proyeksi pergerakan hari ini:
· Jika tekanan Bearish berlanjut, XAUUSD berpotensi turun hingga ke level 4000.
· Namun, jika harga gagal turun dan koreksi maka potensi kenaikan terdekat ada di sekitar level 4183.
Analisa Fundamental
Para analis meyakini bahwa rally yang terlalu tinggi dan permintaan fisik yang mereda akan membebani harga Emas, XAUUSD sempat ada di bawah 4000 pada hari Rabu.
Meningkatnya selera risiko investor ikut menekan harga emas, karena pelaku pasar mulai lebih optimis terkait kemungkinan meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Serangkaian kabar positif memunculkan harapan bahwa ancaman tarif 100% terhadap seluruh impor Tiongkok yang akan diberlakukan mulai 1 November oleh Presiden AS Donald Trump kemungkinan tidak jadi diterapkan. Nada yang lebih lunak ini membuat aset berisiko menguat dan sekaligus menambah kekuatan Dolar AS. Meski begitu, ketidakpastian masih tinggi mengingat retorika Trump yang sulit diprediksi dan negosiasi yang masih rapuh.
Secara keseluruhan, prospek emas masih positif meski saat ini terkoreksi. Harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve (The Fed) terus mendukung daya tarik emas, karena suku bunga yang lebih rendah membuat biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi lebih kecil. Selain itu, penutupan sebagian pemerintahan AS yang masih berlangsung dan berbagai risiko geopolitik serta ekonomi global juga membantu menjaga permintaan terhadap aset safe haven ini.
Presiden Donald Trump pada hari Senin menyampaikan nada optimis bahwa ia mengharapkan “kesepakatan dagang yang adil dan luar biasa” dengan Tiongkok setelah pertemuan di KTT APEC di Korea Selatan akhir bulan ini. Namun, ia juga memperingatkan bahwa tarif hingga 155% bisa diberlakukan pada 1 November jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Pada hari yang sama, AS dan Australia menandatangani perjanjian senilai $8,5 miliar di Gedung Putih untuk kerja sama pengembangan mineral penting, yang bertujuan mengurangi dominasi
Tiongkok dalam rantai pasokan logam tanah jarang (rare-earth). Sementara itu, penutupan pemerintahan AS telah memasuki minggu keempat tanpa tanda-tanda akan segera berakhir, menyebabkan sejumlah lembaga pemerintah terpaksa melakukan pemutusan kerja sementara (furlough). Namun, Penasihat Senior Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan kepada CNBC bahwa ia memperkirakan shutdown ini akan berakhir “minggu ini.” Dolar AS terus menguat terhadap seluruh mata uang utama. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, bergerak mendekati level tertinggi satu minggu di sekitar 98,84, menandai penguatan selama tiga hari berturut-turut.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.