- Emas mengalami minggu terburuk dalam lima bulan; DXY naik ke 105,57 karena kekhawatiran perdagangan Trump.
- Penutupan pasar obligasi membatasi arus aset safe haven; investor bersiap menghadapi prospek suku bunga Fed pada bulan Desember.
- Pernyataan pejabat Fed, data inflasi utama AS, dan Penjualan Ritel akan semakin memengaruhi arah Emas.
Emas anjlok lebih dari 2,50% pada hari Senin karena Greenback mencapai titik tertinggi dalam empat bulan. Harapan bahwa masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden dapat memicu eskalasi di bidang perang dagang membuat Dolar AS tetap menguat. XAU/USD diperdagangkan pada $2.611 setelah mencapai titik tertinggi harian di $2.686.
Logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini mencatat minggu terburuknya dalam lebih dari lima bulan, menyusul hasil pemilihan presiden AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja dolar terhadap enam mata uang lainnya, naik 0,60% menjadi 105,57.
Pasar obligasi AS masih tutup untuk memperingati Hari Veteran. Sementara itu, pasar ekuitas AS berfluktuasi meskipun mencapai rekor tertinggi.
Berita semalam mengungkapkan bahwa Blackrock dan JPMorgan memperingatkan bahwa penjualan obligasi AS "masih jauh dari selesai," menurut laporan Bloomberg. "Rencana fiskal Trump dapat memicu kembali inflasi dan meningkatkan defisit anggaran, sementara para pedagang telah mengurangi taruhan tentang seberapa dalam Federal Reserve akan memangkas suku bunga," demikian bunyi laporan tersebut.
Untuk pertemuan Desember mendatang, Federal Reserve (Fed) diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, meskipun peluangnya berubah kembali dari 80% seminggu yang lalu menjadi 65%.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.