- Dolar Australia melanjutkan penurunannya akibat kesengsaraan ekonomi di Tiongkok.
- Hunter dari RBA mengindikasikan bahwa meskipun ekspektasi inflasi tetap terkendali, pertumbuhan harga yang terus-menerus terus menghadirkan tantangan bagi bank sentral.
- Dolar AS menguat karena data lapangan kerja dan inflasi yang kuat telah mengurangi kemungkinan pelonggaran agresif oleh Fed.
Dolar Australia (AUD) melanjutkan penurunannya untuk hari ketiga berturut-turut terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada hari Rabu, meskipun ada komentar agresif dari Deputi Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Sarah Hunter.
Hunter dari RBA menegaskan kembali komitmen bank sentral Australia untuk mengendalikan inflasi, dengan mencatat bahwa meskipun ekspektasi inflasi tetap terkendali, pertumbuhan harga yang berkelanjutan terus menimbulkan tantangan.
Dolar Australia menghadapi tekanan penurunan karena ketidakpastian ekonomi di mitra dagang terbesarnya, Tiongkok. Lebih jauh, rencana stimulus fiskal Tiongkok yang baru-baru ini diumumkan tidak banyak mengangkat sentimen pasar, karena investor masih belum yakin tentang skala dan dampak paket tersebut.
Dolar AS (USD) terus menguat karena data ketenagakerjaan dan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang kuat telah meredam ekspektasi pelonggaran agresif Federal Reserve (Fed). Pasar kini mengantisipasi total 125 basis poin dalam pemangkasan suku bunga selama 12 bulan ke depan.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.