
Investing.com - Harga minyak naik di perdagangan Asia hari Rabu (15/11) mengikuti optimisme atas lambatnya inflasi AS dan beberapa data positif China, dengan fokus saat ini beralih ke tanda-tanda potensi peningkatan cadangan minyak AS.
Data inventaris minyak resmi akan dirilis pada hari Rabu, setelah dua minggu penundaan. Data industri yang dirilis sebelumnya menunjukkan peningkatan mingguan persediaan.
Jatuhnya dolar adalah sumber dukungan utama untuk pasar minyak minggu ini, setelah data hari Selasa menunjukkan Inflasi konsumen AS menurun lebih lanjut pada bulan Oktober. Angka tersebut meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan memiliki sedikit dorongan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Perkiraan permintaan yang optimis dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan Badan Energi Internasional juga menopang naiknya minyak mentah, saat kedua badan tersebut memperkirakan permintaan minyak AS dan China akan tetap kuat di tahun mendatang.
Angka ekonomi yang positif dari China menambah gagasan ini, karena data pada hari Rabu menampilkan bahwa produksi industri dan retail sales tumbuh lebih baik pada bulan Oktober.
Minyak Brent naik 0,3% ke $82,61 per barel, sementara minyak WTI naik 0,2% menjadi $78,36 per barel pukul 08.44 WIB.
Namun tanda-tanda memburuknya kondisi ekonomi di seluruh dunia membuat peningkatan minyak terbatas. Data yang dirilis minggu ini menunjukkan ekonomi Jepang menyusut jauh lebih besar dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga, sementara zona euro memasuki resesi teknis pada periode yang sama.
Konflik Israel-Hamas terus menjadi titik fokus pasar minyak, kala pasukan Israel terus melakukan serangan di Gaza. Tetapi pasar stabil menetapkan premi risiko yang lebih rendah untuk harga minyak dari konflik tersebut, mengingat hal ini telah gagal mengganggu pasokan Timur Tengah secara signifikan.
Cadangan AS akan meningkat setelah data API mingguan yang naik tajam
Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada Selasa bahwa persediaan minyak AS kemungkinan naik 1,3 juta barel dalam sepekan hingga 10 November.
Peningkatan ini merupakan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut stok AS, dan juga terjadi setelah peningkatan besar, hampir 12 juta barel pada minggu sebelumnya, saat permintaan bahan bakar AS menurun dengan datangnya musim dingin.
Data API menandai angka serupa dari data inventaris resmi dari Energy Information Administration, yang akan dirilis hari ini, dan diperkirakan akan menunjukkan hasil penurunan kecil selama seminggu terakhir.
Data EIA muncul setelah tidak ada rilis resmi cadangan AS selama dua minggu terakhir, karena badan pemerintah tersebut melakukan pemeliharaan sistemnya.
Di luar data persediaan, lebih banyak isyarat ekonomi AS juga akan dirilis, dengan di inflasi indeks harga produsen dan produksi industri yang akan dirilis hari ini.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
