USD/JPY TETAP MERAH SELAMA HARI KEDUA BERTURUT, BERHASIL BERTAHAN DI ATAS pertengahan 145,00an

avatar
· Views 91



 USD/JPY melemah untuk hari kedua berturut-turut pada hari Rabu, meskipun tidak ada tindak lanjut.

 Penurunan kecil pada imbal hasil obligasi AS membuat USD tetap defensif dan memberikan tekanan.

 Sikap kebijakan BoJ-Fed yang berbeda membantu membatasi sisi bawah menjelang data awal IMP AS.

 Pasangan USD/JPY masih berada di bawah tekanan jual untuk hari kedua berturut-turut pada hari Rabu, meskipun tidak ada tindak lanjut dan tetap terbatas dalam kisaran familiar yang bertahan selama sekitar satu setengah minggu terakhir.  Harga spot berhasil bertahan di atas pertengahan 145 sepanjang sesi Asia dan latar belakang fundamental memerlukan kehati-hatian bagi pedagang bearish yang agresif.


 Dolar AS (USD) melemah setelah sedikit penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS dan ternyata menjadi faktor utama yang membebani pasangan USD/JPY.  Selain itu, kekhawatiran akan intervensi otoritas Jepang untuk menopang mata uang domestik, serta risiko resesi yang mungkin terjadi, menguntungkan status safe-haven Yen Jepang dan berkontribusi pada nada penawaran jual di sekitar mata uang utama.  Meskipun demikian, perbedaan besar dalam sikap kebijakan moneter yang diadopsi oleh Bank of Japan (BoJ) dan bank sentral utama lainnya, termasuk Federal Reserve (Fed), akan membantu membatasi penurunan harga spot.


 Perlu diingat bahwa BoJ adalah satu-satunya bank sentral di dunia yang mempertahankan suku bunga negatif.  Selain itu, para pembuat kebijakan telah menekankan bahwa kenaikan gaji yang berkelanjutan merupakan prasyarat untuk mempertimbangkan penghentian stimulus moneter besar-besaran.  Sebaliknya, bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan sikap hawkishnya dan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama di tengah ketahanan perekonomian domestik yang sangat kuat.  Selain itu, optimisme terbaru atas tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mungkin berkontribusi membatasi kenaikan lebih lanjut JPY dan memberikan dukungan pada pasangan USD/JPY.


 Dalam perkembangan terkini seputar kisah AS-Tiongkok, Biro Industri dan Keamanan (BIS) Departemen Perdagangan AS pada hari Senin mengatakan bahwa mereka menghapus 27 entitas Tiongkok dari Daftar Belum Terverifikasi.  Hal ini terjadi menjelang kunjungan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo ke Tiongkok pada tanggal 27-30 Agustus dan meningkatkan kepercayaan investor.  Lebih lanjut, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan bahwa Raimondo akan membawa pesan bahwa AS tidak berusaha untuk memisahkan diri dari Tiongkok melainkan untuk “mengurangi risiko”.  Hal ini mungkin menghalangi pedagang untuk bersiap menghadapi penurunan signifikan pada pasangan USD/JPY.


 Pelaku pasar mungkin juga lebih memilih untuk absen menjelang Simposium Jackson Hole yang penting, di mana komentar Ketua Fed Jerome Powell akan diteliti untuk mencari isyarat mengenai jalur kenaikan suku bunga di masa depan.  Hal ini, pada gilirannya, akan memainkan peran penting dalam mempengaruhi dinamika harga USD dan membantu menentukan arah pergerakan pasangan USD/JPY selanjutnya.  Sementara itu, para pedagang akan mengambil isyarat dari rilis data PMI awal dari AS, yang akan memberikan wawasan baru mengenai kesehatan ekonomi dan apakah The Fed mampu menaikkan suku bunga lebih lanjut.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest