WTI kehilangan momentum di bawah $81,70, kehilangan 0,56% untuk hari ini.
Harga WTI melemah karena komentar hawkish dari pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed).
Pemangkasan produksi minyak sukarela Arab Saudi dan Rusia mungkin membatasi penurunan WTI.
Pedagang minyak menunggu data inflasi China dan AS.
Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan di sekitar $81,70 sejauh ini pada hari Selasa. WTI kehilangan traksi setelah enam kenaikan mingguan berturut-turut. Pernyataan hawkish pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) mendukung penurunan harga WTI.
Yang mengatakan, Gubernur Federal Reserve (Fed) Atlanta Michelle Bowman mengindikasikan pada hari Senin bahwa kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan akan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke level target, per Reuters. Selain itu, Presiden Fed New York, John C. Williams, mengantisipasi bahwa suku bunga akan terus menurun di tahun mendatang. Kemungkinan kenaikan suku bunga sepanjang tahun menyeret harga WTI lebih rendah. Perlu dicatat bahwa suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat memperlambat ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
Di China, komite ekonomi utama negara itu mengumumkan pada hari Jumat bahwa pemerintah akan menerapkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan pengeluaran konsumen dan meningkatkan likuiditas lokal. Namun, para pejabat sekali lagi tidak memberikan perincian signifikan tentang stimulus yang direncanakan. Kurangnya rencana spesifik pemerintah telah meredam ekspektasi investor. Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di China, ekonomi terbesar kedua di dunia, dapat menekan harga WTI.
Di sisi lain, berita optimis tentang Arab Saudi dan Rusia yang memperpanjang pengurangan produksi minyak sukarela mungkin membatasi penurunan WTI. Konon, Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksi minyak sukarela sebesar satu juta barel per hari (bpd) hingga September. Pada bulan September, produksi Saudi diperkirakan sekitar 9 juta barel per hari. Sementara itu, ekspor minyak Rusia akan turun 300.000 bps pada September, menurut Wakil Perdana Menteri Alexander Novak.
Selanjutnya, pedagang minyak memantau perkembangan terkait rencana stimulus tambahan di China. Juga, Perubahan Stok Minyak Mentah EIA untuk pekan yang berakhir 4 Agustus akan dirilis. Peristiwa penting yang harus diperhatikan adalah Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) dari AS dan China akhir pekan ini. Peristiwa ini dapat berdampak signifikan terhadap harga WTI berdenominasi USD. Pedagang minyak akan mengambil petunjuk dari data dan menemukan peluang perdagangan di sekitar harga WTI.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.