Sejak Presiden Rusia Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022. Suara-suara ledakan terdengar di kota-kota Ukraina. Sampai 06 April 2022, Rusia masih melanjutkan pengeboman di kota Severodonetsk Ukraina Timur. Sebenarnya apa penyebab konflik Rusia vs Ukraina yang berujung perang ini?

Sejarah Konflik Rusia Vs Ukraina
Hubungan Ukraina dan Rusia memanas sejak Presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych, menolak perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa demi hubungan yang lebih dekat dengan Moskow. Penolakan itu memicu gelombang protes massa hingga Viktor Yanukovych digulingkan dari jabatannya pada 2014 lalu.
Rusia menanggapi penggulingan tersebut dengan mencaplok Semenanjung Krimea di Ukraina dan mendorong pecahnya sebuah pemberontakan separatis di timur Ukraina. Ukraina dan Barat menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjatanya untuk mendukung pemberontak. Rusia membantahnya dan menuduh orang Rusia yang bergabung dengan separatis adalah sukarelawan.
Pada 2015, dengan penengah Prancis dan Jerman, Rusia dan Ukraina melakukan perjanjian damai untuk mengakhiri pertempuran skala besar. Namun upaya tersebut gagal mencapai penyelesaian politik. Pertempuran terus berlanjut hingga saat ini.
Awal 2021 lalu, pelanggaran gencatan senjata di timur Ukraina dan konsentrasi pasukan Rusia di dekat Ukraina sempat memicu ketakutan perang antar keduanya. Namun pada April 2021, Rusia kembali menarik sebagian besar pasukannya.
Pada 18 November 2021, Hubungan Rusia dan Ukraina kembali memanas. Puluhan ribu tentara Rusia dilaporkan telah berkumpul di perbatasan Ukraina. Kekhawatiran invasi Rusia atas Ukraina kembali mencuat. Presiden Vladimir Putin tengah diawasi ketat oleh para ahli dan pejabat yang khawatir Rusia merencanakan eskalasi militer dengan tetangganya Ukraina.
Pada 24 Februari 2022, Rusia akhirnya benar-benar menyerang Ukraina. Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer secara resmi. Serangan Rusia kemudian dimulai dengan ledakan di sejumlah kota di Ukraina, termasuk Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol. Hingga saat ini ketegangan masih berlangsung.
Faktor Lain yang Menyebabkan Perang antara Dua Negara Ini: Masalah Keinginan Ukraina Gabung NATO
Konflik Rusia vs Ukraina juga disebabkan oleh keinginan Ukraina untuk bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Hal tersebut memicu ketegangan Rusia yang seakan melarang Ukraina untuk bergabung dengan NATO. NATO sendiri didirikan pada tahun 1949 dan telah berkembang ke 30 negara, termasuk bekasbekas republik Soviet, yakni Lituania, Estonia dan Latvia.
Dilansir dari BBC, Rusia telah berbicara tentang "momen kebenaran" dalam menyusun kembali hubungannya dengan NATO dan telah menyoroti tiga tuntutan. Ia menginginkan janji yang mengikat secara hukum bahwa NATO tidak akan berkembang lebih jauh.
Pada tahun 1994, Rusia menandatangani perjanjian untuk menghormati kemerdekaan dan kedaulatan Ukraina yang merdeka. Tapi, tahun lalu Presiden Putin menulis sebuah artikel panjang yang menggambarkan Rusia dan Ukraina sebagai "satu negara", dan sekarang dia mengklaim Ukraina modern sepenuhnya diciptakan oleh komunis Rusia. Dia melihat runtuhnya Uni Soviet pada bulan Desember 1991 sebagai "disintegrasi sejarah Rusia". Presiden Putin juga berpendapat bahwa jika Ukraina bergabung dengan NATO, aliansi itu mungkin mencoba untuk merebut kembali Krimea.
Ikut akun KabarMe FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update tentang kasus ini.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.