
SRIPOKU.COM, PALEMBANG,--Maraknya investasi bodong saat ini, sehingga masyarakat tidak salah memilih.
Maka dari itu perlunya diberikan pemahaman kepada masyarakat, jika yang namanya kripto bukanlah alat bayar melainkan aset komoditas.
Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga saat menjadi pembicara pada Diskusi Crypto Terkini dengan tema Seberapa Potensi Kripto Anak Bangsa di Hotel The Aryaduta, Senin (28/3/2022).
Diskusi ini sendiri dihelat PT Konikami Digital Indonesia yang bekerjasama dengan Bappebti, Kemendag RI dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) serta dihadiri Wagub Sumsel Mawardi Yahya.
Jerry menyebut aset kripto berpotensi berkembang ke depan, namun perlunya lebih digencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai produk aset, dan pedagang kripto yang telah resmi terdaftar di Bappebti.
"Diskusi seperti ini sebagai bagian dari literasi kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kepada Konakami Digital Indonesia yang sudah mensosialisasikan mengenai kripto ini kepada publik," imbuh putra politisi senior Partai Golkar yang juga mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman di era Kabinet Reformasi Pembangunan, Theo L Sambuaga ini.
Ditambahkan Jerry, dari data yang ada pelanggan aset kripto yang terdaftar untuk bisa bertransaksi kripto mencapai 11,2 juta hingga Januari 2022.
"Itu yang teregistrasi untuk melakukan aktivitas melalui trader yang ada di Indonesia,” ujar Jerry.
Antusiasme terhadap transaksi aset kripto juga mencapai Rp 859,4 triliun pada 2021. Transaksi kripto itu naik signifikan dari periode 2020 sebesar Rp 65 triliun.
CEO Konikami Digital Indonesia, Dobby Lega Putra menyebut Diskusi interaktif kali ini mengulas potensi terpendam dari perkembangan aset kripto di Indonesia.
“Kegiatan ini juga hendak melahirkan pandangan baru, dalam memberikan dukungan tepat agar aset kripto kreasi anak bangsa Indonesia dapat berkembang lebih maju lagi dan mampu menjadi aset kripto yang sukses secara global,” terangnya.
Dilanjutkannya, perkembangan aset kripto di Indonesia telah menunjukkan perkembangan berarti.
“Terkhusus dari segi developer atau creator, seperti fenomena kemunculan beberapa artis di Indonesia, Anang Hermansyah, Putri Ustadz Yusuf Mansyur dan Raffi Ahmad. Ada pula Degree Crypto Token (DCT) yang sebenarnya sudah ada atau lahir terlebih dahulu sejak Maret 2020 yang lalu dan merupakan hasil kreasi murni dari Anak Bangsa,” imbuhnya.
Dobby menyebut pengetahuan dasar seputar aset kripto dan Blockchain dapat menjadi materi awal untuk memulai dunia ini.
"Terutama pemahaman tentang resiko bagi para pengguna/investor agar tidak terjadi kesalahpahaman, meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.
Tentunya pengetahuan tentang peraturan dan perundang-undangan menyangkut aset kripto yang berlaku di Indonesia menjadi satu hal yang wajib untuk dipahami,” imbuhnya.
Panitia sendiri dalam talk show ini menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Dr Jerry Sambuaga (Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia) sebagai keynote speaker.
Narasumber lain, yakni Dobby Lega Putra (CEO PT Konikami Digital Indonesia) dan Duwi Sudarto Putra (Bendahara Aspakrindo CMO dan Co-Founder Digitalexchange.id).
Dicetak ulang dari PALEMBANG TRIBUNNEWS, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.