
Robot trading kerap kali digunakan sebagai alat untuk memembuai korban investasi bodong. Namun, ada benang merah yang bisa menjadi pegangan supaya tidak menjadi korban dalam kejahatan tersebut.
Menurut Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana, robot trading ilegal itu sebenarnya tidak mengandung unsur trading di dalamnya. Mereka hanya berisi skema ponzi.
"Jadi itu kalau dilihat candlestick bar, indikator yang menunjukkan pergerakan harga suatu barang, itu dibuat sendiri oleh mereka, mereka bikin sendiri saja robot trading itu," ujar Wisnu saat rapat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR.
Padahal, pada prinsipnya, robot trading bisa membantu kerja manusia. Sebab dalam trading forex atau komoditas lainnya, pelaku harus melihat komputer setiap hari karena perubahan harga terjadi setiap detik.
Robot itu dirancang untuk bisa menggantikan peran manusia, tapi tidak bisa memberikan sebuah keputusan. Sebab robot trading itu hanya bisa membaca ke belakang bukan ke depan, berdasarkan past performance dan analisisnya saja.
"Mereka tidak bisa membaca Perang Teluk, kan mereka tidak bisa baca. Padahal, itu merupakan variabel besar dalam perdagangan komoditi berjangka yang membuat harga komoditas langsung naik," terang Wisnu.
"Nah, ini tidak dieksploitasi oleh robot trading. Ini yang membuat banyak orang rugi," sambungnya.
Sejauh ini, Bappebti belum merekomendasikan satu pun robot trading yang bisa digunakan. Karena memang belum ada aturan hukum yang khusus dibuat untuk robot trading ini.
"Betul tadi memang ada kekosongan hukum, karena sampai sekarang kita belum ada yang mengatur soal robot trading dan kita sedang melakukan kajian," ungkapnya.
Sedangkan untuk Binary Option, Bappebti menyatakan bahwa mereka benar-benar termasuk judi.
"Kalau binary option lebih parah. kalau dia kan pilihannya ya atau tidak dalam waktu tertentu. Jam ini nilai emas akan naik atau turun. Kalau pilih naik dan banyak orang pilih naik biasanya akan dibuat desibel akan turun. Karena yang membuat mereka sendiri, itu binary option." pungkasnya.
Dicetak ulang dari CNBC Indonesia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.