Belajar dari Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan, Ini Cara Hindari Iming-iming "Cuan Instan" Investasi Bodong

avatar
· Views 88

Belajar dari Kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan, Ini Cara Hindari Iming-iming Cuan Instan Investasi Bodong

Kasus yang saat ini tengah bergulir di kepolisian terkait dengan investasi bodong yang dilakukan crazy rich asal Medan Indra Kenz, dan crazy rich asal Bandung Doni Salmanan tentunya menjadi pelajaran berharga, saat kita ingin berinvestasi. Seperti diketahui, Doni Salmanan tersangkut kasus platform binary option Qoutex, dengan laporan dari terduga korban berinisial RA yang mengalami kerugian akibat dari promosi yang dilakukan Doni Salmanan mencapai Rp 100 juta.

Sementara Indra Kenz, merupakan tersangka terkait dugaan kasus penipuan pada investasi binary option melalui aplikasi Binomo yang diungkap oleh korban bernama Maru Nazara melalui YouTube, dengan kerugian Rp 540 juta. Indra Ken dan Doni Salmanan terancam hukuman 20 tahun penjara akibat perbuatannya.

Jangan mudah tergiur iming-iming "cuan instan", sukses usia muda hingga hidup ala sultan

Lalu, apakah saat ini semakin banyak orang yang ingin mendapat cuan secara instan? bagaimana cara agar tidak terjerat oleh investasi bodong?

CEO dari ZAP Finance Prita Ghozie mengungkapkan, dengan adanya media sosial, melihat ada yang crazy-rich, hidup ala sultan, maupun konglomerat, pasti menimbulkan rasa "ingin" bagi seseorang.

“Terlebih jika narasinya adalah sukses di usia muda, siapa juga yang enggak mau? Sayangnya, saking ngebet pengen jadi crazy rich, rupanya ada lho orang-orang yang rela menipu dan tentunya merugikan orang lain,” tulis Prita yang dikutip dari di Instagram, dan dikonfirmasi, Kamis (10/3/2022).

Pentingnya perencanaan keuangan untuk anak muda

Prita mengungkapkan, menata keuangan bagi anak muda cukup penting, dan investasi adalah jalan untuk mencapai kematangan finansial.

Menurutnya, opsi membeli saham menjadi menarik karena berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih besar daripada inflasi, juga masih ada potensi mendapatkan dividen alias penghasilan pasif setiap bulannya.

“Apa pun pilihan hidup Anda, saya ingin mengajak untuk mulai menata dengan baik sedari sekarang dengan perencanaan keuangan. Untuk tujuan jangka panjang, maka investasi adalah salah satu jalan untuk membantu kamu mencapainya,” kata Prita.

Berinvestasi harus paham risikonya, jangan tergoda imbal hasil tak masuk akal

Prita mengatakan, tentunya penipuan berkedok investasi tidak terjadi bilamana masyarakat memiliki pemahaman yang jelas dan tidak tergoda hasrat ingin kaya secara instan.

Dia mengatakan, ketika ditawari investasi, tentunya Anda harus mempertayakan keuntungan dan risikonya. “Viral banget deh cerita disana-sini yang masih aja kena penipuan judi online berkedok investasi. Motivasi yang beragam tapi intinya sama, mau cuan instan.

Tapi, segencar apapun pemasaran yang mereka lakukan, semuai ini tidak akan terjadi bilamana kita tidak sepakan utnuk ikutan. Saya paling anti ikut investasi, hanya karena pengalaman atau pamer harta kekayaan yang diklaim didapat secara instan dari penawaran tersebut,” ujar Prita. Prita mengimbau masyarakat yang mau investasi untuk selalu waspada akan beberapa hal seperti, penawaran investasi melebihi risk free rate, dan legalitas yang tidak jelas.

Selain itu, masyarakat juga harus tahu bisnis seperti apa yang dijalani, termasuk adanya sistem perekrutan. Terakhir, memastikan kinerja perusahaan melalui laporan keuangannya. “Hampir semua investasi bodong akan menawarkan imbal hasil yang tidak masuk akal dan luar biasa besar. Misal, keuntungan 5 persen dalam sebulan atau jumlah keuntungan bisa mencapai 40 - 50 persen dalam 1 tahun, padahal risk free rate deposito dan SBN retail saja di bawah itu,” ujar Prita.


Dicetak ulang dari Kompas, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest