Kenali Definisi Market, Limit, dan Stop Order di Dunia Investasi dan Kripto

avatar
· Views 125

Kenali Definisi Market, Limit, dan Stop Order di Dunia Investasi dan Kripto

Buat kamu yang baru saja masuk ke dunia investasi dan trading, mungkin merasa asing dengan berbagai istilah-istilah market order, limit order, dan stop order. Agar tidak salah mengambil keputusan, yuk simak perbedaan dan definisi istilah-istilah tersebut.

Dilansir dari Pintu Academy, Kamis (24/2/2022) market order adalah arahan dari investor kepada broker untuk menjual atau membeli saham, obligasi atau aset lainnya dengan harga terbaik yang ada di pasar pada saat itu. Market order merupakan jenis transaksi yang paling umum dilakukan pada pasar saham.

Market order adalah taktik yang aman bagi saham dengan kapitalisasi besar namun kurang dapat diandalkan saat memperdagangkan investasi yang kurang likuid karena nilai spread yang relatif lebar.

Sedangkan untuk definisi limit order adalah arahan untuk menjual atau membeli aset pada harga tertentu atau dengan harga yang lebih baik. Pembelian limit order akan dilakukan hanya ketika harga aset telah mencapai harga limit atau lebih rendahnya, sedangkan penjualan limit order dilakukan ketika harga telah mencapai harga limit atau lebih tingginya. Limit order bisa digunakan bersamaan dengan stop order untuk mencegah kerugian yang besar.

Seorang contoh investor yang ingin membeli saham perusahaan A, menetapkan limit order di angka Rp 15.000.000, maka saham tersebut hanya akan terbeli pada harga lebih rendah atau sama dengan Rp 15.000.000. Kemudian, jika investor ingin menjualnya dengan limit order Rp 15.000.000, maka salam tersebut hanya bisa terjual pada angka lebih tinggi atau sama dengan Rp 15.000.000.

Terakhir stop order adalah arahan untuk membeli atau menjual aset ketika harga dari aset tersebut bergerak melewati titik tertentu. Stop order biasanya digunakan untuk membatasi kerugian investor dengan menerapkan strategi stop loss.

Contohnya, seorang investor membeli saham dengan harga Rp 15.000.000 dan menetapkan stop order di angka Rp 14.000.000, sehingga meskipun investor mengalami kerugian, nilainya tidak akan lebih besar dari Rp 1.000.000. Meskipun di satu sisi taktik ini bisa meminimalisir kerugian, namun juga bisa membuat investor tutup posisi terlalu cepat dan kehilangan kesempatan besar seandainya harga aset tiba-tiba naik menjadi Rp 17.000.000 keesokan harinya.

 

Dicetak ulang dari Berita Satu, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 3

  • tradingContest