Beda Mata Uang Kripto dan Uang yang Dikeluarkan Bank Indonesia

avatar
· Views 173

Beda Mata Uang Kripto dan Uang yang Dikeluarkan Bank Indonesia

Squid Game tak hanya populer dalam segi perfilman, tapi juga mempengaruhi dunia token mata uang kripto (cryptocurrency). Namun, ada investor telah kena tipu (prank) token Squid Game senilai US$ 3,38 juta atau sekitar Rp 48 miliar.

Token digital yang terinspirasi oleh Squid Game, serial Netflix asal Korea Selatan, telah kehilangan hampir semua nilainya karena dinyatakan sebagai penipuan, seperti dilansir dari BBC.com, pada Selasa 2 November 2021.

Nilai Squid, token yang memasarkan dirinya sebagai "cryptocurrency play-to-earn", sempat melambung dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, nilai token Squid sempat meroket hingga ribuan persen.

Begitulah, setahun belakangan, mata uang kripto kian populer di dunia bahkan Indonesia.

Sejumlah institusi keuangan pun mulai mengakui adanya mata uang ini. Beberapa jenis uang kripto yang terkenal yaitu Bitcoin, Litecoin, Peercoin, Namecoin, Ethereum, Cardano, XRP, dan EOS.

Namun, di beberapa negara termasuk Indonesia, mata uang ini bukanlah alat pembayaran yang sah.

Mengutip dari laman Bank Indonesia (BI), mata uang kripto merupakan aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran menggunakan kriptografi yang kuat.

Tujuannya adalah untuk mengamankan transaksi keuangan, mengontrol penciptaan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset. Meski bisa digunakan sebagai pembayaran, namun nilai bawaan antara kripto dan uang konvensional yang dikeluarkan BI berbeda. Salah satunya yaitu dalam hal penerbitan dan sistem operasional.

Mata uang kripto menggunakan penerbitan dan operasional desentralisasi dengan teknologi blockchain pada aset kripto. Sementara uang yang dikeluarkan pemerintah bersifat sentralisasi atau terpusat.

Jika terjadi inflasi atau deflasi, nilai mata uang rupiah dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Sedangkan aset kripto umumnya tidak terpengaruh oleh inflasi atau deflasi suatu negara. Kecuali aset tersebut bersifat stablecoin yang dikaitkan dengan suatu mata uang sebuah negara.

Perdagangan aset kripto saat ini berada di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Dicetak ulang dari tempo.co, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

 

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest