Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?

avatar
· Views 79

 

Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?

Kesalahan pertama, trader pemula tidak memahami cara pasar forex bekerja, apalagi menghitungnya. Kedua, mereka mencari strategi yang selalu untung. Ketiga, mereka selalu memikirkan keberhasilan dan menyangkal kegagalan.

Tanpa mengetahui cara pasar forex bekerja, kita tidak bisa menilai kapan suatu kondisi disebut murah dan mahal. Pemahaman lainnya pun tak berguna saat trading.

Kenapa demikian? Sebab, kita tidak akan pernah melakukan aksi beli dan jual. Lantas, bagaimana bisa mendapatkan keuntungan?

Forex sendiri merupakan pasar yang unik. Alasan pertama, pasar forex terbuka selama 24 jam dalam satu hari. Kita pun bisa bertransaksi mulai dari Senin hingga Jumat. Hal ini berbeda dengan pasar saham yang hanya buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00.

Kedua, kita bisa melakukan aksi beli dan jual kemudian serta jual dulu baru beli kemudian. Ini berarti, kita bisa bertransaksi di pasar forex tanpa memiliki barangnya. Menarik, bukan?

Sebelum berbicara soal strategi, mari kita batasi pembahasan artikel ini pada harga murah dan mahal pada trading forex.

Sebenarnya, ada banyak cara menilai harga murah dan mahal. Perlu digarisbawahi, kita akan mendapatkan harga termahal dan termurah berbeda-beda, tergantung satuan waktu yang kita gunakan.

Ambil contoh saja harga nilai tukar euro terhadap dollar Amerika Serikat (EUR/USD). Dalam satu bulan, kita akan menemukan harga terendah dan tertingginya sebagai berikut.

Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?
Namun, bila melihat pergerakan nilai tukar EUR/USD selama tiga bulan, kita akan menemukan harga terendah dan tertinggi yang berbeda dibandingkan periode satu bulanan. Simak grafik berikut.

Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?
Secara sederhana, garis harga-harga terendah pada grafik di atas merupakan area beli, sedangkan garis harga-harga tertinggi adalah area jual. Hal ini dapat dijadikan rumusan awal bagi Anda yang mau memulai trading forex.

Dengan melihat dua grafik tersebut, Anda mungkin akan kebingungan dalam menentukan harga terendah dan tertinggi. Apakah harus berdasarkan grafik perubahan harga periode satu bulan atau tiga bulan?

Bila hal itu ditanyakan, jawaban subyektif dari seorang trader atau pelaku pasar akan muncul. Saya, misalnya, akan menjawab, “Berapa lama Anda ingin berada di pasar? Bila satu bulan, minimal periode grafik nilai tukar yang Anda baca adalah satu bulan ke belakang. Bila tiga bulan, grafik yang dibaca adalah 3 bulan ke belakang."

Hal tersebut juga berlaku bila Anda ingin berada di pasar selama satu jam saja. Jika demikian, Anda harus membaca grafik nilai tukar pada periode satu jam ke belakang. Akan sia-sia atau tidak ada gunanya bila Anda menentukan titik harga tertinggi dan terendah menggunakan grafik nilai tukar harian.

Contoh grafik nilai tukar untuk satu jam bisa dilihat pada gambar berikut.
Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?
Untuk diketahui, tiga grafik yang ditampilkan tadi menggunakan bentuk lilin atau candlestick. Penjelasan bagian candlestick bisa dilihat pada gambar berikut.

Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?

Jika Anda ingin berada di pasar selama satu jam, grafik dengan candlestick yang mewakili satu jam tidak akan bisa digunakan untuk menentukan tertinggi dan terendah bukan?

Penjelasannya begini. Grafik satu bulan terdiri dari 20 candlestick harian. Jumlah candlestick tersebut sudah cukup untuk menentukan harga tertinggi dan terendah dalam periode satu bulan ke belakang.

Dengan asumsi yang sama, bila ingin berada di pasar hanya satu jam, Anda pun membutuhkan setidaknya 20 candlestick. Karena itu, Anda membutuhkan grafik dengan candlestick yang menggambarkan nilai tukar EUR/USD selama tiga menitan.

Karena keterbatasan pengolahan data tiga menitan, saya menggunakan data satu menitan. Dengan demikian, saya mendapatkan 60 candlestick untuk grafik satu jam ke belakang. 

Agar bisa menganalisis grafik perubahan nilai EUR/USD secara teknikal, saya secara subyektif biasanya menggunakan prinsip 1:3. Jika saya ingin trading selama satu jam, data yang harus saya analisis adalah tiga kali dari periode waktu saya berada di pasar. Ini berarti, saya menganalisis harga titik terendah dan tertinggi dalam grafik tiga jam ke belakang.

Dengan menarik garis horizontal seperti gambar di atas, Anda bisa mendapati garis-garis acuan harga tertinggi dan terendah. Lalu, kita sepakati bahwa garis di atas harga saat ini merupakan harga mahalnya, sedangkan garis di bawah harga saat ini adalah harga murahnya.

Dalam bahasa analisis teknikal, garis di bawah harga saat ini adalah support, sedangkan garis di atas harga saat ini disebut resistance.

Itulah cara yang bisa saya bagikan untuk menentukan kapan harga disebut murah dan mahal. Semoga bermanfaat!


Dicetak ulang dari Money Kompas, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest