FTSE Kocok Ulang Penghuni Indeks, Bagaimana Nasib Saham RI?

avatar
· Views 208

FTSE Kocok Ulang Penghuni Indeks, Bagaimana Nasib Saham RI?

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyedia data dan indeks pasar modal global, Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio saham di pasar Asia Pasifik di luar Jepang dan China.

Beberapa saham, salah satunya saham emiten di Indonesia seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR), masuk ke daftar indeks ini.

Berdasarkan data yang dirilis oleh FTSE Russell, terdapat beberapa kategori indeks yang dijadikan acuan oleh investor global.

Dimulai dari indeks Large Cap, dari indeks ini anak usaha London Stock Exchange Group ini mengeluarkan INDF dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi saham besar pada review periode ini.

Namun demikian, INDF dialihkan posisinya ke indeks Mid Cap atau saham-saham dengan kapitalisasi saham menengah.

Di indeks ini perusahaan milik grup Salim ini bergabung dengan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang juga baru saja masuk dalam indeks ini.

Lalu untuk indes dengan kapitalisasi saham kecil (Small Cap), terdapat tiga emiten di Bursa Efek Indonesia yang baru saja dimasukkan dalam indeks ini, yakni PT Indosat Tbk (ISAT), PT BRISyariah atau saat ini sudah bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).

Masih dari indeks yang sama, FTSE Russell mengeluarkan saham PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) dari jajaran saham-saham tersebut.

Lanjut ke indeks berikutnya, yakni indeks Micro Cap. Terdapat enam emiten Indonesia yang baru saja dimasukkan dalam indeks ini.

Saham-saham tersebut antara lain PT Link Net Tbk (LINK), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) dan PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY).

Ada yang masuk tentu ada yang keluar. Dari indeks tersebut juga terdapat enam emiten Indonesia yang dihapuskan dari indeks tersebut.

Seluruh saham yang dihapuskan ini antara lain BRIS dan BBKP karena naik kelas, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Untuk indeks-indeks lainnya, lembaga ini baru saja memasukkan saham MYOR ke indeks FTSE All World.

Lalu untuk indeks FTSE All Caps, beberapa saham seperti MYOR, ISAT, BRIS dan BBKP juga baru saja dikategorikan masuk dalam indeks tersebut. Namun saham SILO terpaksa terdepak dari indeks ini.

Untuk indeks FTSE Total Cap, saham MYOR, ISAT, LINK, IMAS, MARK, ACST, WIIM, dan JSKY baru saja dimasukkan.

Namun ini harus merelakan SILO, AGRO, INAF, SMBR dan GIAA harus rela dikeluarkan dari indeks ini.

Dicetak ulang dari CNBC INDONESIA, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

 

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest