
REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Kabinet pemerintahan Irak menyetujui rencana pembelian saham perusahaan minyak dan gas multinasional, ExxonMobil Corp, oleh perusahaan milik negara. Setelah mendapat restu, Irak National Oil Co. (INOC) akan memulai proses akuisisi saham.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul Jabbar dalam sebuah pernyataan. Dilansir Bloomberg Kamis (6/1/2022), INOC telah membuat penawaran resmi ke ExxonMobil Corp.
Melalui penandatanganan perjanjian, Exxon sepakat untuk menjual 32,7 persen sahamnya di ladang West Qurna-1 kepada perusahaan China, PetroChina dan CNOOC pada Januari tahun lalu. Namun kesepakatan itu gagal karena tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah Irak.
West Qurna-1 adalah salah satu cadangan minyak terbesar di dunia dengan kapasitas cadangan mencapai 20 miliar barel. Untuk memulihkan cadangan tersebut, dibutuhkan investasi hingga miliaran dolar AS.
Exxon adalah salah satu perusahaan penambang minyak barat pertama yang diizinkan masuk ke Irak pada 2010. Saat itu negara Timur Tengah tersebut sedang berusaha membangun kembali industri energinya setelah jatuhnya Saddam Hussein dan konflik bertahun-tahun.
Sebelumnya, minyak mentah Irak terlarang bagi sebagian besar orang asing selama sekitar 40 tahun. Namun karena berbagai faktor mulai dari kendala pasikan OPEC hingga ketidakstabilan politik yang sedang berlangsung membuat negara barat bisa melakukan eksplorasi di Irak.
Dicetak ulang dari REPUBLIKA, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
