Wall Street Tumbang di Awal Perdagangan

avatar
· Views 134

Wall Street Tumbang di Awal Perdagangan


Wall Street turun di awal perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 1,19% ke 33.906. Indeks S&P 500 melorot 0,99% ke 4.302. Sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,68% ke 14.340.

Indeks saham Amerika Serikat (AS) turun pada hari Rabu setelah survei menunjukkan kenaikan kuat dalam pekerjaan swasta bulan lalu memicu kekhawatiran pelonggaran stimulus moneter yang lebih cepat dari perkiraan. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan gaji swasta meningkat 568.000 pekerjaan pada bulan September. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan gaji swasta akan meningkat 428.000 pekerjaan.

"Singkatnya, sepertinya kenaikan dalam lapangan kerja akan memenuhi syarat sebagai layak, yang merupakan ambang batas yang disarankan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk melanjutkan pengumuman pengurangan stimulus pada pertemuan akhir November," kata Paul Ashworth, kepala AS ekonom di Capital Economics seperti dikutip Reuters.

Angka-angka tersebut muncul menjelang data non-farm payrolls yang lebih komprehensif. Para pengamat memperkirakan non-farm payroll akan memperkuat alasan pengurangan pembelian aset oleh Federal Reserve.

Imbal hasil obligasi acuan US Treasury 10-tahun menyentuh level tertinggi sejak Juni. Kenaikan yield ini memukul saham perusahaan mega-cap termasuk Apple Inc, Facebook, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc, yang masing-masing turun sekitar 1% setelah rebound yang kuat pada hari Selasa.

Saham-saham perbankan seperti Bank of America Corp, JPMorgan Chase & Co dan Morgan Stanley masing-masing turun sekitar 1%. Pembuat pesawat Boeing Co serta konglomerat industri Caterpillar Inc dan 3M Co turun antara 0,8% dan 1,3%.

Pasar saham Asia dan Eropa jatuh pada hari sebelumnya karena harga minyak mencapai level tertinggi tahunan di atas US$ 83 per barel di tengah reli harga energi global. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran bahwa bank sentral utama akan memperketat kebijakan moneter untuk melawan inflasi tajam.

"Lonjakan harga energi terus memicu ekspektasi inflasi yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, bank sentral akan dipaksa untuk mendinginkan inflasi yang terlalu panas daripada mencoba mendorong pemulihan," kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote Bank.

Kebuntuan atas Partai Republik dan Demokrat tentang batas utang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden Joe Biden mengatakan bahwa Demokrat mungkin membuat pengecualian terhadap aturan Senat AS untuk memungkinkan mereka memperpanjang otoritas pinjaman pemerintah tanpa bantuan Partai Republik.

Dicetak ulang dari Kontan, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest