Penjualan Global Jatuh, Saham Starbucks Terkulai

avatar
· Views 141

Penjualan Global Jatuh, Saham Starbucks Terkulai

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Starbucks Corp merosot pada akhir perdagangan Selasa (26/1/2021) setelah melaporkan penurunan penjualan yang lebih dalam dari perkiraan dan kepergian Chief Operating Officer Roz Brewer. Dilansir Bloomberg, Starbucks mencatatkan penurunan pertumbuhan rata-rata penjualan di tiap toko atau same store sales growth (SSSG) sebesar 5 persen pada kuartal fiskal pertama. Penurunan ini lebih buruk dari perkiraan dari Consensus Metrix yang memperkirakan kontraksi 4,2 persen. Penurunan 5 persen di pasar AS tepat di atas perkiraan, sementara kenaikan 5 persen di China mengalahkan ekspektasi.

Saham Starbucks ditutup melemah 1,66 persen pada perdagangan after-hours setelah sempat anjlok hingga 3,2 persen. Catatan kinerja ini menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tekanan yang tidak rata menyusul dampak mendalam dari pandemi global. Meskipun terus melemah di banyak pasar, kekuatan di China dan SSSG secara keseluruhan yang lebih baik daripada kuartal sebelumnya menunjukkan bahwa Starbucks telah melewati masa terburuk.

Di sisi lain, keluarnya Brewer menunjukkan perombakan substansial sedang berlangsung di level C-suite peritel kopi tersebut. Starbucks mengumumkan awal bulan ini bahwa CEO Pat Grismer meninggalkan perusahaan karena pensiun. Dia akan digantikan oleh Rachel Ruggeri, wakil presiden senior bidang keuangan untuk Amerika. Terlepas dari perubahan manajemen, Starbucks melihat kinerja berbalik dengan cepat, dan kinerja kuartal saat ini akan didukung dengan perbandingan tahun lalu pada masa awal pandemi ketika sebagian perdagangan dibatasi.

Pada kuartal kedua, perusahaan memperkirakan SSSG di AS tumbuh 5 persen hingga 10 persen. Sementara itu penjualan di China diperkirakan naik dua kali lipat. meskipun kinerja akan dipengaruhi oleh perbandingan pandemi. Starbucks melaporkan penurunan jumlah transaksi secara keseluruhan, tetapi pelanggan membelanjakan jumlah yang lebih tinggi, melanjutkan tren yang telah ditetapkan sebelumnya dalam pandemi.

Adapun Pendapatan Starbucks turun 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. AS dan China adalah dua pasar terbesar perusahaan, dan bersama-sama menyumbang 61 persen terhadap portofolio globalnya. Starbucks masing-masing memiliki 15.340 dan 4.863 toko di kedua negara. Pada kuartal tersebut, Starbucks membuka 278 gerai baru, yang menandakan upaya ekspansi secara agresif meskipun terjadi pergolakan global yang disebabkan oleh Covid-19.

Dicetak ulang dari BISNIS COM, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest