
Miliarder investor legendaris, Warren Buffett terus bertahan di pasar saham dengan mengurangi eksposur Berkshire Hathaway terhadap ekuitas lagi. Kini, tumpukan uang Berkshire Hathaway mencapai rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada hari Sabtu, Berkshire Hathaway merilis laporan kuartal ketiganya. Penjualan ekuitas Berkshire bersih USD1,95 miliar (Rp27.810 triliun), naik dari USD1,1 miliar (Rp15.688 triliun) pada kuartal kedua tetapi turun dari Q1 USD3,9 miliar. Ini adalah kuartal keempat berturut-turut Warren Buffett menjadi penjual bersih saham.
Melansir Investors di Jakarta, Senin (8/11/21) Buffett telah menjadi pembeli besar dalam saham utama Warren Buffett. Berkshire membeli kembali USD7,6 miliar saham Berkshire, naik dari USD6 miliar di Q2 dan USD6,6 miliar di Q1. Sampai saat ini, total pembelian kembali saham Berkshire USD20,6 miliar vs USD24.7 miliar untuk sepanjang tahun 2020.
Kas Berkshire Hathaway membengkak menjadi USD149,2 miliar (Rp2.127 triliun) pada 30 September. Naik dari USD144,1 miliar pada akhir Q2 dan USD145,4 miliar pada akhir Q1.
Portofolio saham Buffett tetap sangat terkonsentrasi. Di Q3, 68% dari nilainya terdiri dari Apple (USD120,4 miliar), Bank of America (USD31,3 miliar), American Express (USD18,3 miliar), dan Coca-Cola (USD21,9 miliar). Saham Apple, American Express, dan Coca-Cola semuanya merupakan komponen Dow Jones.
Pendapatan Berkshire Hathaway yang mencakup investasi dan derivatif, turun menjadi USD10,34 miliar dari USD30,14 miliar setahun sebelumnya. Penghasilan Berkshire berdasarkan GAAP bisa sangat fluktuatif.
Laba Berkshire naik 18% pada basis operasi menjadi USD6.882 miliar. Laba yang lebih tinggi di divisi kereta api, utilitas dan energi mengimbangi kerugian penjaminan asuransi yang lebih besar.
Dicetak ulang dari Warta Ekonomi, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
