
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat tajam pada perdagangan Kamis, 2 Desember 2021. Hal ini setelah terjadi aksi jual karena kekhawatiran varian baru COVID-19, omricon, dan mendorong investor kembali ke saham-saham siklikal.
Pada penutupan perdagangan wall street, S&P 500 naik 1,4% menjadi 4.577,10. Indeks Nasdaq bertambah 0,8% menjadi 15.381,32. Indeks saham kapitalisasi kecil 2000 menguat 2,7%.
Saham maskapai, kasino, energi memimpin kenaikan pada perdagangan Kamis pekan ini. Saham Delta Air Lines naik sekitar 9,3 persen, saham MGM Resorts bertambah 7,7%, dan saham Hilton Worldwide naik 7,4%.
Saham Norwegian Cruise Line menguat 7,7% dan saham Wynn Resorts naik 8,2%. Saham Occidental Petroleum dan Baker Hughes masing-masing menanjak 2,4% dan 2,5%.
Saham Boeing melompat 7,5% setelah China izinkan 737 Max untuk kembali terbang.
Di sisi lain investor juga terus mencermati perkembangan varian baru Omricon Covid-19, setelah kasus pertama di Amerika Serikat dikonfirmasi pada Rabu pekan ini.
Konfirmasi Kasus Kedua di AS Terkait Omicron
Pemerintah AS di bawah pimpinan Presiden AS Joe Biden bereaksi terhadap kasus omicron yang telah dilaporkan di California dengan meminta pelaku usaha melanjutkan syarat vaksinasi, meski mandat pemerintah dihentikan di pengadilan sambil menunggu peninjauan.
Gedung Putih juga memperketat aturan perjalanan, mengharuskan penumpang yang masuk untuk diuji dalam waktu 24 jam sebelum keberangkatan. Kasus omicron kedua terungkap pada Kamis pekan ini.
Otoritas kesehatan masyarakat Minnesota melaporkan kasus itu kepada seorang penduduk yang baru saja kembali dari kota New York. Penduduk Minnesota telah pulih dari omicron dan penduduk California melaporkan gejala ringan.
Di sisi lain, saham Apple turun setelah Bloomberg melaporkan raksasa teknologi ini mengalami perlambatan permintaan iPhone jelang musim liburan yang sangat penting.
"Meskipun bagus untuk melihat reli, saya tidak yakin investor harus menaruh banyak arti ke dalamnya,” ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group Jim Paulsen, dilansir dari CNBC.
Ia menambahkan, ketakutan dan keserakahan akan mendominasi aktivitas karena kekhawatiran investor terombang-ambing antara kekhawatiran yang terburuk belum berakhir dan kecemasan kehilangan pemulihan apa pun.
Varian COVID-19 Menjadi Sentimen
Kemungkinan the Federal Reserve mengurangi program pembelian obligasi atau tapering lebih cepat juga menjadi fokus. Ketua the Federal Reserve Jerome Powell menuturkan kepada panel Senat kalau ekonomi sangat kuat dan tekanan inflasi tinggi. Oleh karena itu, menurut dia mempertimbangkan untuk menyelesaikan tapering yang diumumkan pada pertemuan November 2021. “Mungkin beberapa bulan lebih cepat,” kata dia.
Bank of America Securities Head of Us Equity and Quantative Strategy, Savita Subramanian menuturkan, pihaknya tetap berhati-hati pada S&P 500 di tengah pengetatan the Fed yang hawkish ke pasar.
Namun, Bank of America mencatat Desember secara historis menjadi bulan yang kuat bagi indeks S&P 500 dengan indeks rata-rata naik 2,3% sejak 1936. Selain itu, 79% positif. “Namun, Desember tidak selalu kebal terhadap aksi jua,” ujar dia.
Analis senior Oanda Ed Moya menuturkan, wall street akan tetap menjadi berita utama yang didorong oleh varian COVID-19 hingga penilaian yang jelas atas gelombang ini dapat dibuat. “Beberapa minggu ke depan akan melihat selera risiko mengambil isyarat dari pembaruan tambahan omicron, masalah rantai pasokan dan setiap pembacaan inflasi,” tutur dia.
Adapun penguatan pada perdagangan Kamis melanjutkan rentetan yang sangat fluktuaktif untuk saham karena pasar mencerna apa arti varian baru. Pada pekan ini, indeks Dow Jones turun 0,7 persen. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun hampir 0,4% dan 0,7%.
Dari sisi data, klaim pengangguran awal mencapai 222.000 untuk pekan yang berakhir 27 November 2021. Ekonom memperkirakan 240.000, menurut perkiraan dari Dow Jones. Pembacaan sebelumnya menunjukkan 199.000 yang merupakan terendah sejak November 1969.
Laporan pekerjaan pada November akan dirilis pada Jumat pekan ini. Ekonom memperkirakan 573.000 pekerjaan pada November 2021 dari sebelumnya 531.000 pada Oktober 2021, menurut Dow Jones. Tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 4,5% dari 4,6%.
Dicetak ulang dari Liputan6, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
