
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street bergerak mixed pada awal perdagangan bulan Oktober. Jumat (1/10) pukul 21.10 WIB, Dow Jones Industrial Average menguat 0,49% ke 34.007.
Indeks S&P 500 melemah tipis 0,04% ke 4.304. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,41% ke 14.391.
Penurunan indeks utama Wall Street pada bulan September menyebabkan investor kembali melirik saham-saham yang sudah turun harga.
Harga saham Merck & Co Inc naik 8,3% dalam perdagangan prapasar. Kenaikan harga produsen obat ini menandai kemajuan dalam pengembangan obat Covid-19 oral. Dalam sebuah penelitian, obat oral eksperimental Merck untuk Covid-19, molnupiravir, mengurangi sekitar 50% kemungkinan rawat inap atau kematian bagi pasien yang berisiko penyakit parah.
Pembuat vaksin Covid Moderna Inc dan Pfizer Inc masing-masing turun 4,4% dan 1,3%, setelah berita tersebut.
Wall Street berakhir melemah tajam pada hari Kamis. S&P 500 membukukan bulan terburuk sejak dimulainya krisis kesehatan global. September dan kuartal ketiga menjadi periode yang penuh gejolak akibat kekhawatiran atas Covid-19, ketakutan inflasi, dan perselisihan anggaran di Washington.
"Ada beberapa alternatif bagi investor karena mereka agak pesimistis di pasar obligasi dan uang tunai masih (menghasilkan) pengembalian yang sangat rendah," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey kepada Reuters. Meckler menambahkan bahwa investor masih mencari tempat untuk memasuki pasar di harga yang lebih rendah sehingga masih ada peluang rally.
Data menunjukkan belanja konsumen AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada Agustus. Sementara indeks pengeluaran konsumsi pribadi, pengukur inflasi pilihan untuk Federal Reserve, mempertahankan tren kenaikannya sepanjang bulan.
Harga saham perusahaan minyak termasuk Exxon Mobil dan Chevron Corp naik sekitar 0,5% pada prapasar. Sedangkan harga saham bank-bank besar Morgan Stanley, JPMorgan Chase & Co, Citigroup, Bank of America dan Goldman Sachs Group juga naik.
Sementara itu, Kongres AS yang dikendalikan Demokrat pada hari Jumat sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan tentang agenda besar Presiden Joe Biden. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi bersumpah untuk mengadakan pemungutan suara pada RUU infrastruktur senilai US$ 1 triliun.
Biden menandatangani langkah untuk terus mendanai pemerintah hingga 3 Desember. Demokrat dan Republik di Kongres masih terus belum mencapai titik temu untuk menaikkan plafon utang melampaui US$ 28,4 triliun untuk mencegah default kredit AS.
Semua mata sekarang tertuju pada data aktivitas pabrik untuk melihat tanda-tanda kesehatan ekonomi dan petunjuk waktu Federal Reserve untuk mengurangi pembelian asetnya dan menaikkan suku bunga utama.
Dicetak ulang dari KONTAN, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
