Rugi Ratusan Juta Tak Bikin Direktur Solid Gold Dikki Soetopo Kapok Berinvestasi

avatar
· Views 141

Rugi Ratusan Juta Tak Bikin Direktur Solid Gold Dikki Soetopo Kapok Berinvestasi


Rugi ratusan juta tak serta merta membuat sosok Dikki Soetopo kapok dalam melakukan investasi. Kebalikannya, Direktur PT Solid Gold Berjangka ini justru semakin ulet dan mempelajari lebih dalam tentang dunia investasi.

Dikki mengawali kiprahnya dalam berkecimpung di dunia investasi pada 15 tahun silam. Pada 2005 ia memutuskan untuk menjajal berinvestasi dengan tekad awal ingin mengubah nasib dan meningkatkan perekonomian keluarga. Instrumen saham justru jadi pilihan Dikki saat itu. Buku The Intelligent Investor karangan Benjamin Graham jadi inspirasi Dikki masuk ke pasar saham.

“Saya terinspirasi dengan cerita beliau yang menggunakan kekuatan intelektual dan penalarannya dalam mengembangkan prinsip perdagangan saham jangka panjang dan membuat perusahaannya mencetak rekor laba tinggi. Hal ini lah yang membuat saya tergugah untuk memulai berinvestasi pada instrumen tersebut,” kisah Dikki kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Dalam mengawali petualangan dalam dunia investasi, Dikki bercerita bahwa banyak teman dan keluarganya yang justru tidak mendukung langkahnya. Maklum, saham adalah instrumen yang dinilai sulit dan peluang ruginya besar. Kendati demikian, Dikki tak patah arang dan tetap mantap mendalami dunia investasi saham.

Langkah awal Dikki rupanya tidak berjalan mulus. Setelah mengalami keberhasilan, dia pun digerogoti rasa tamak untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Salah mengambil keputusan, pria berusia 40 tahun ini pun lantas rugi yang besar.

“Saya pernah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hal itu terjadi karena kealpaan saya yang terlalu mempercayakan transaksi kepada broker dan masih kurangnya penguasaan strategi maupun analisa pasar secara mendalam,” ujar Dikki.

Bukannya kapok, Dikki justru menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran berharga bagi dirinya. Setelah itu, dia lebih giat belajar strategi investasi dan analisa pasar baik fundamental maupun teknikal, agar bisa mengambil keputusan yang tepat. Pria yang dulunya menekuni ilmu akuntansi ini juga selalu berupaya menekan emosinya dalam setiap pengambilan aksi beli maupun jual.

Kini, dengan bertambahnya jam terbang, Dikki selalu memastikan untuk mendiversifikasi aset agar meminimalisir risiko di tengah volatilitas pasar yang sedang tinggi akibat ketidakpastian kondisi ekonomi di situasi pandemi seperti saat ini. Dia pun, menyusun alokasi keranjangnya dengan memprioritaskan emas sebesar 35%, lalu saham 30%, properti dan deposito masing-masing 20% & 15%.

“Dalam merespons situasi pandemi, saya sigap mengubah proporsi keranjang portofolio dengan menyasar emas sebagai instrumen terkuat. Ini karena sifat emas sebagai safe haven dan punya peluang profit yang menjanjikan seiring prospek harga yang kian meroket menggugah nalar saya untuk memaksimalkan keuntungan transaksi perdagangan emas dunia,” jelas lulusan Universitas Tarumanegara ini.

Dicetak ulang dari Kontan, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest