
Sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, penggalangan dana di pasar modal, baik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) maupun rights issue, diperkirakan masih ramai hingga tahun depan.
Sepanjang 2021 ini saja, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pelangganan dana dari IPO mencapai Rp 32,14 triliun per 16 September 2021. Total dana tersebut diperoleh dari 38 perusahaan yang IPO.
Sementara total realisasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sentuh Rp 149,3 triliun, termasuk rights issue jumbo yang baru saja digelar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Pertama, yakni perbankan dinilai lebih hati-hati dalam menyalurkan kredit di masa pandemi. Kedua, perusahaan cenderung mencari sumber dana murah. Serta yang ketiga, pasar modal dinilai memiliki permintaan yang potensial.
Di tengah pandemi Covid-19, fungsi intermediasi perbankan mulai tumbuh positif meskipun belum kuat. OJK mencatat kredit perbankan pada Juni 2021 meningkat sebesar Rp 67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen (yoy) atau 1,83 persen (ytd) menjadi Rp 5.581,8 triliun. Meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya. Samsul mengatakan maraknya penggalangan dana di pasar modal juga dinilai berdampak positif bagi emiten.
Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada memperkirakan penggalangan dana sampai akhir tahun ini masih tinggi. Hal itu utamanya terkait rencana ekspansi bisnis perusahaan untuk tahun depan. "Sepertinya masih dimungkinkan terjadi penggalangan dana di pasar modal. Seiring kebutuhan ekspansi perusahaan di tahun depan. Kebutuhan dana tersebut untuk keperluan pendanaan atas proyek maupun kerjasama bisnis ke depannya,” kata Reza.
Sumber: liputan6
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
