
Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex, berhenti dari kenaikan selama dua hari dan bertahan kuat di sekitar $69 dengan pasar terbebani oleh laporan terbaru dari the International Energy Agency (IEA).
Minyak mentah WTI ini bergerak naik turun, dengan kenaikan baru-baru ini kehilangan momentum setelah IEA menurunkan outlook permintaan minyak global sampai akhir tahun ini karena penyebaran varian Covid – 19 Delta.
Penurunan harga minyak mentah WTI sempat dibatasi dengan melemahnya dollar AS karena munculnya data Consumer Price Index yang melemah. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS naik 0.5% di bulan Juli, setelah pada bulan Juni naik 0.9%. Melemahnya data CPI ini membuat ekspektasi “tapering” oleh the Fed memudar sehingga menekan dollar AS.
Namun munculnya data Producer Price Index (PPI) membuat dollar AS berbalik menguat. Data dari AS umumnya bagus, dengan angka PPI di bulan Juli naik ke 7.8% YoY, sedangkan angka MoM muncul di 1%, lebih baik daripada yang diperkirakan di 0.6%. Sementara klaim pengangguran terkontraksi ke 375.000 sebagaimana yang diperkirakan, lebih rendah daripada minggu sebelumnya di 387.000.
“Support” terdekat menunggu di $68.03 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $66.18 dan kemudian $65.21. “Resistance” yang terdekat menunggu di $70.11 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $71.03 dan kemudian $72.83.
Diunggah ulang dari vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
