Keluar Masuk Zona Merah, Ada Apa dengan Rupiah?

avatar
· Views 141
Keluar Masuk Zona Merah, Ada Apa dengan Rupiah?

Nilai tukar rupiah keluar masuk zona merah hingga pertengahan perdagangan Kamis (12/8/2021). Dolar Amerika Serikat (AS) yang menanti kejelasan tapering (pengurangan pembelian aset oleh bank sentral AS) menjadi penyebab pergerakan tersebut.

Melansir data dari Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,07% kemudian bertambah menjadi 0,17% di Rp 14.355/US$. Level tersebut menjadi yang terkuat pada hari ini.

Rupiah setelahnya berbalik melemah 0,1% ke Rp 14.395/US$, sebelum keluar masuk zona merah. Pada pukul 12:00 WIB, rupiah berada di RP 14.390/US$, melemah tipis 0,07% di pasar spot.

Di sisa perdagangan hari in, rupiah masih akan keluar masuk zona merah sebab melihat pergerakannya di pasar non-deliverable forward (NDF) yang sedikit lebih lemah siang ini ketimbang beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan pagi tadi.

Keluar Masuk Zona Merah, Ada Apa dengan Rupiah?

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Kapan bank sentral AS (The Fed) akan melakukan tapering masih belum terjawab. Banyak pejabat The Fed sudah mulai memberikan pendapatnya, tetapi masih banyak pertentangan. Alhasil, dolar AS belum bisa melaju kencang lagi.

Presiden Fed wilayah Kansas City, Esteher George, mengatakan standar untuk melakukan tapering sepertinya sudah tercapai dengan kenaikan inflasi saat ini serta pasar tenaga kerja yang sudah membaik.

Presiden Fed wilayah Dallas, Robert Kaplan, dalam wawancara dengan CNBC International mengatakan The Fed seharusnya mengumumkan timeline tapering pada bulan Depan, dan mulai melakukan di bulan Oktober.

Pendapat berbeda diungkapkan Presiden The Fed wilayah Richmond, Thomas Barkin, mengatakan pasar tenaga kerja AS mungkin perlu waktu beberapa bulan lagi untuk pemulihan dan cukup bagi The Fed untuk mulai melakukan tapering.

"Kita sudah dekat... Saya tidak tahun kapan tepatnya. Ketika semua indikator mendekati target, saya sangat mendukung melakukan tapering dan kembali ke kebijakan moneter normal secepatnya saat perekonomian mendukung," kata Barkin, sebagaimana dilansir Reuters.


Diunggah ulang dari cnbcindonesia, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

  • tradingContest