
(Vibiznews – Forex) – Pair USDJPY pada sesi Asia hari Kamis (15/7/2021) bergerak melemah lanjutan mendekati posisi support kuat hariannya di tengah lemahnya minat perdagangan aset risiko. Yen Jepang lebih kuat terhadap dolar AS oleh anjloknya yield obligasi AS jangka panjang.
Indeks dolar tertekan mencerna komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell dihadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS yang menyarankan bank sentral tidak terburu-buru untuk menarik kembali stimulus darurat meskipun ada kenaikan inflasi.
Powell mengatakan inflasi kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang, sementara didorong oleh efek dasar, mencatat bahwa masih ada jalan panjang sebelum pasar tenaga kerja sepenuhnya pulih dari pukulan pandemi.
Secara fundamental terdapat momentum kekuatan ekonomi dari rilis data terakhir, harga produsen naik 5% yoy di bulan Juni, inflasi harga produsen selama 4 bulan berturut-turut, di tengah melonjaknya harga komoditas. Sementara itu, pesanan mesin inti tidak termasuk kapal dan perusahaan tenaga listrik naik 7,8% bulan ke bulan di bulan Mei, kenaikan 3 bulan berturut-turut dan paling curam sejak Oktober 2020.
Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya bergerak konsolidasi di pasar uang Asia setelah anjlok 0,5% sesi global sebelumnya. Dolar AS tertekan oleh komentar Jerome Powell yang menekan posisi yield obligasi ke terendah 5 bulan.
Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair USDJPY bergerak lemah, pair yang berada di posisi 109.83 bergerak turun ke S1 dan S2. Namun jika berbalik arah, pair akan naik kembali menuju 110.26 dan jika tembus lanjut ke posisi R1 dan juga R2.

Diunggah ulang dari Vibiznews, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
