Kasus Covid RI Nyaris 55.000/hari, IHSG Kuat Balik ke 6.000

avatar
· Views 2,573

Kasus Covid RI Nyaris 55.000/hari, IHSG Kuat Balik ke 6.000 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)


Jakarta, CNBC Indonesia-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan apresiasi tipis 0,12% ke level 5.986,65. Selang 15 menit, IHSG masih menghijau 0,34% ke level 6.000,21 pada perdagangan Kamis (15/7/21) di tengah terus melesatnya kasus Covid-19 di dalam negeri hingga menempati juara dunia kenaikan kasus Covid-19.Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 1 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp 36 miliar di pasar reguler.

Asing melakukan pembelian di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 16 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 17 miliar.

Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang dilego Rp 15 miliar dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang dijual Rp 6 miliar.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejak kemarin pukul 12.00 hingga hari ini Rabu (14/7/2021) pukul 12.00 WIB, kasus baru Covid-19 bertambah 54.517 pasien. Rekor hari ini memecahkan rekor kemarin yang menembus 47.899 kasus. Hingga hari ini total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,67 juta.

Sementara itu, kasus kematian bertambah 991 orang sehingga total menjadi 69.210 orang. Ini merupakan kasus kematian Covid-19 yang cukup tinggi di Indonesia dalam sehari.

Kembali pecahnya rekor Covid-19 ini di terjadi tengah hari ke 12 penerapan PPKM Darurat. Kasus Covid-19 di Indonesia belum melandai malah terus meroket. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah PPKM Darurat akan diperpanjang setelah 20 Juli mendatang.

Rekor Covid-19 yang terjadi secara beruntun di tengah pemberlakuan PPKM Darurat juga membuat para pelaku pasar bertanya-tanya akan efektifitas PPKM Darurat apalagi secara ekonomi PPKM Darurat jelas akan menganggu pertumbuhan ekonomi sehingga ditakutkan meski ekonomi sudah 'dikorbankan' Covid-19 masih tak dapat ditekan.

Bahkan akibat pemberlakuan PPKM Darurat pemerintah merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 dari 4,3-5,3% menjadi 3,7-4,5%. BI juga menurunkan 'ramalan' dari 4,1-5,1% menjadi 3,8%. Sebagai catatan, angka ini tentunya dalam kasus pasca PPKM Darurat kasus Covid-19 dapat ditekan sesuai target ke bawah 10 ribu kasus per hari.

"Asesmen awal kami menunjukkan kalau PPKM Darurat ini kita lakukan selama satu bulan dan bisa menurunkan Covid-19 secara baik, pertumbuhan ekonomi kita akan turun sekitar 3,8 persen," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, belum lama ini.

Dari sisi rilis data di dalam negeri, hari ini akan dirilis data Neraca Dagang RI bulan Juni 2021. Dimana konsensus memprediksikan neraca dagang masih akan surplus US$ 2,7 miliar naik dari posisi bulan lalu di angka US$ 2,3 mliar.

Sementara itu dari China, Negeri Panda akan merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal kedua. Konsensus memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua akan berada di angka 8,1%, turun jauh dari posisi kuartal pertama di angka 18,3%.

Melambatnya perekonomian China terjadi karena harga bahan baku yang naik memberatkan pabrik-pabrik di China dan kembali melesatnya kasus Covid-19 menyebabkan pengeluaran konsumsi kembali turun.


Diunggah ulang dari CNBC, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.


면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 2

  • tradingContest