Dolar AS Masih Menguat Tipis, Kasus Covid-19 Alami Peningkatan di Asia

avatar
· Views 148

Dolar AS Masih Menguat Tipis, Kasus Covid-19 Alami Peningkatan di Asia

Investing.com - Dolar Amerika Serikat masih bergerak naik tipis pada Senin (17/05) petang. Tren ini didukung oleh kekhawatiran atas wabah baru Covid-19 di beberapa negara Asia. Namun, kenaikan kecil tersebut terjadi menjelang dirilisnya risalah pertemuan Federal Reserve terbaru.

Pada pukul 15.07 WIB, indeks dolar AS naik tipis 0,02% ke 90,332 menurut data Investing.com.

EUR/USD turun tipis 0,01% di level 1,2139, GBP/USD stagnan di 1,4096 namun tidak jauh dari level tertinggi dua setengah bulan karena Inggris membuka kembali ekonominya setelah menjalani lockdown selama empat bulan. USD/JPY turun tipis 0,08% di 109,26 dan AUD/USD melemah 0,20% ke 0,7757.

Sedangkan rupiah terus bergerak turun 0,62% ke 14.282,5 per dolar AS hingga pukul 14.59 WIB.

India terpukul sangat parah oleh pandemi Covid-19. Jenis virus baru yang pertama kali ditemukan di sana memicu lonjakan infeksi yang telah meningkat menjadi lebih dari 400.000 orang setiap hari.

Meskipun melaporkan penurunan kasus virus korona baru pada hari Senin, Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan seperti dikutip di surat kabar Hindu bahwa "masih banyak bagian negara yang belum mengalami puncaknya."

Selain itu, Jepang, Singapura, dan Taiwan sama-sama mengumumkan langkah-langkah pembatasan baru saat mereka mencoba memerangi wabah baru virus, yang memicu kekhawatiran bahwa varian virus India dapat menyebar ke seluruh Asia dan mendorong keuntungan bagi greenback.

Namun, kemajuan ini kecil karena trader menunggu rilis risalah dari pertemuan Federal Reserve April pada hari Rabu, terutama setelah kejutan data inflasi minggu lalu.

“Kala lonjakan harga menjadi fenomena yang jelas di seluruh dunia dan kami setuju bahwa Fed harus menaikkan (suku bunga) lebih awal dari yang diindikasikan saat ini (kemungkinan pada Q1 2023 daripada pada 2024 seperti yang diperkirakan Fed saat ini) pengetatan yang akan segera terjadi dari Fed tampaknya tidak mungkin terjadi, tulis analis ING dalam catatan.

"Ini berarti dalam beberapa bulan mendatang, pendorong utama USD harusnya adalah suku bunga riil ke depan yang sangat negatif dan rebound ekonomi global."

Sedangkan, USD/CNY naik tipis 0,05% di 6,4400 pukul 15.13 WIB setelah data ekonomi menunjukkan produksi industri China telah melambat dan perkiraan penjualan ritel meleset bulan lalu.

USD/HUF dan EUR/HUF turun 0,4% awal pekan ini. Mata uang forint ini naik ke level tertinggi 17 bulan setelah Barnabas Virag, wakil gubernur bank sentral Hongaria, Senin, mengatakan bank sentral akan menyesuaikan suku bunga jangka pendek secara proaktif untuk mengendalikan peningkatan risiko inflasi karena ekonomi negara itu sepenuhnya dibuka kembali mulai bulan Juni.

Ini adalah bagian dari tema umum di bank sentral Eropa tengah dan timur karena mereka mengkhawatirkan kenaikan tingkat inflasi dan kebutuhan untuk melindungi mata uangnya.


Diunggah ulang dari Investing, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest