- Rupiah ditutup melemah 115 poin atau 0,66% ke level Rp17.529 per dolar AS pada Selasa (12/5), tertekan penguatan dolar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran setelah Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran dalam kondisi kritis.
- Pelaku pasar global kini fokus pada rilis data inflasi AS (CPI) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed, di tengah kenaikan tensi Timur Tengah dan sanksi baru AS terhadap jaringan ekspor minyak Iran.
- Dari domestik, sentimen rupiah terbebani oleh kekhawatiran terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026, pelemahan sektor manufaktur, ketidakpastian kebijakan royalti tambang, serta potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global MSCI .
Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar merosot tajam akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa gencatan senjata dengan Iran dalam kondisi kritis.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (12/5) pukul 15.00 WIB, rupiah akhirnya ditutup di level Rp17.529 per dolar AS, melemah 115 poin atau 0,66% dibandingkan penutupan Senin (11/5) di Rp17.414 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan indeks dolar AS dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dinilai masih rapuh.
"Negosiasi untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran tampak rapuh, dengan respons Teheran terhadap proposal AS menyoroti perbedaan mencolok yang membuat ketegangan kembali meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa gencatan senjata dengan Iran 'dalam kondisi kritis,' menunjuk pada ketidaksepakatan atas beberapa tuntutan, seperti penghentian permusuhan di semua lini, pencabutan blokade angkatan laut AS, dimulainya kembali penjualan minyak Iran, dan kompensasi atas kerusakan perang," tulis Ibrahim dalam publikasi riset hariannya, sore ini.
Ia menambahkan, Teheran juga menegaskan kedaulatan atas Selat Hormuz yang menangani sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global. Di sisi lain, pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk meminjamkan 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis AS (SPR) guna meredam pasar minyak.
"Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa pengiriman minyak mentah dari SPR AS sedang dalam perjalanan ke Turki, menandai pengiriman pertama ke negara Mediterania tersebut," ujar Ibrahim.
Ibrahim juga menyoroti langkah Washington yang menjatuhkan sanksi kepada tiga individu dan sembilan perusahaan, termasuk yang berbasis di Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, karena memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke Tiongkok.
Secara terpisah, Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin bahwa UEA melakukan serangan militer terhadap Iran, termasuk serangan pada awal April yang menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. UEA belum secara terbuka mengakui serangan tersebut, menurut laporan itu.
Menurut Ibrahim, pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
"Pasar kini menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis malam nanti, yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap jalur kebijakan moneter Fed. CPI utama diperkirakan akan naik 0,6% MoM pada bulan April, melambat dari kenaikan 0,9% pada bulan Maret. Secara tahunan, inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 3,7% YoY dari 3,3% sebelumnya. Sementara CPI inti diproyeksikan menunjukkan peningkatan 2,7% YoY pada bulan April, dibandingkan dengan 2,6% sebelumnya," tutur Ibrahim.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 sebesar 5,61% perlu dicermati lebih dalam karena dipengaruhi efek basis rendah pada periode sebelumnya.
"Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I tumbuh sebesar 5,61 persen. Angka tersebut merupakan realisasi terbesar sejak lima tahun terakhir, bahkan jadi yang tertinggi di antara negara G20. Namun, angka pertumbuhan PDB itu harus selalu dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu (year to year). Kuartal I 2025 adalah salah satu realisasi terburuk dalam beberapa tahun terakhir yang hanya sebesar 4,87 persen," jelas Ibrahim.
Angka 5,61% terlihat tinggi bukan karena ekonomi tiba-tiba maju pesat, tapi karena kita membandingkannya dengan titik yang memang sedang rendah. Dalam pelajaran statistik, ini namanya base effect, atau efek basisi. Selain itu, jika diteliti lebih jauh, pertumbuhan kuartal I 2026 ini tak bisa dikatakan sehat. Ada banyak variabel yang perlu dicermati dan diwaspadai.
Ia juga menilai sentimen terhadap rupiah tertekan setelah Presiden Prabowo menegur Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terkait pelemahan mata uang domestik mendekati level Rp17.500 per dolar AS.
"Kemudian, Presiden Prabowo telah menegur Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo karena mata uang tersebut berada di dekat rekor terendah sekitar Rp 17.500 per dolar. Sentimen juga terpukul oleh penurunan sektor manufaktur Indonesia pada bulan April, yang pertama dalam sembilan bulan, karena melemahnya permintaan pasca-liburan dan meningkatnya tekanan produksi akibat guncangan geopolitik dan pasokan," jelas Ibrahim.
Selain itu, pasar juga mencermati ketidakpastian arah kebijakan pemerintah terkait royalti hasil tambang dan potensi perubahan bobot Indonesia dalam indeks global MSCI .
Selain itu, sejumlah data ekonomi belum mampu menopang laju rupiah. Ketidakpastian arah kebijakan terkait pengenaan royalti terhadap hasil tambang, ditambah belum jelasnya arah penambahan pendapatan negara di tengah belanja yang nilainya jumbo membuat pasar khawatir dengan kondisi fiskal.
"Ditambah hari ini pasar akan mencermati pengumuman dari MSCI terkait potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut," tutur Ibrahim.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
원저자가 모두 저작권을 보유한 indopremier_id에서 재 인쇄 함.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.
이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.