Pertumbuhan Ekonomi RI yang Tinggi Gagal Dongkrak Rupiah

avatar
· Views 222
  • Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61% belum mampu menopang Rupiah karena dominasi konsumsi dan belanja negara, bukan investasi.
  • Ketegangan di Timur Tengah dan penguatan Indeks Dolar mendorong lonjakan harga minyak, menambah beban biaya transportasi.
  • Ancaman PHK massal dan potensi penurunan peringkat MSCI memperburuk sentimen, membuat Rupiah berisiko melemah lebih dalam.

Ipotnews - Rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. Diperkirakan rupiah masih akan tertekan dengan proyeksi pelemahan menuju Rp17.550 dalam pekan ini.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan meski ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan kuartal I sebesar 5,61 persen, namun belum cukup menopang nilai tukar. Hal ini karena fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi tersebut masih tergolong rapuh.
"Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang begitu besar 5,61% tidak serta-merta bisa membuat rupiah mengalami penguatan. Karena pembentukan pertumbuhan itu lebih banyak dari konsumsi masyarakat dan belanja negara, bukan investasi," ujar Ibrahim kepada awak media, Selasa (12/5).
Dari sisi eksternal, ketegangan di Timur Tengah yang kembali memanas setelah Amerika Serikat menolak proposal damai Iran membuat ketidakpastian semakin abu-abu. Serangan - serangan yang terjadi di Selat Hormuz atau wilayah lainnya membuat harga minyak mentah, khususnya Brent crude, melonjak.
"Indeks Dolar kembali mengalami penguatan yang cukup signifikan sehingga berdampak terhadap kenaikan harga minyak mentah. Kenaikan ini membuat biaya transportasi semakin mahal," imbuhnya.
Sementara dari sisi domestik, ancaman PHK massal terus membayangi sebagai dampak dari kondisi selat Hormuz yang belum sepenuhnya aman. Sejak Januari hingga April 2026, tercatat 40.000 buruh di sektor padat karya terkena pemutusan hubungan kerja. Diperkirakan badai PHK masih akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Pengangguran secara real terus mengalami peningkatan, sehingga ini yang mempersulit rupiah kembali mengalami penguatan," kata Ibrahim.
Selain itu, pasar juga menunggu keputusan MSCI terkait penurunan peringkat saham Indonesia dalam tiga hari ke depan. Isu ini berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah yang sudah berada di titik terlemah sepanjang sejarah.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest