Bursa Pagi: Asia Dibuka Cenderung Menguat, IHSG Masih Dibayangi Tekanan Jual

avatar
· Views 245
  • Bursa saham Asia dibuka menguat mengikuti reli Wall Street yang ditopang saham AI dan semikonduktor.
  • Investor mengabaikan kekhawatiran rapuhnya gencatan senjata AS-Iran meski Trump menyebut kondisinya "sangat kritis".
  • IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi meski tekanan jual mulai mereda setelah bergerak di area  oversold. 

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (12/5), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks pada sesi penutupan bursa saham Wall Street didukung saham-saham terkait AI dan semikonduktor.
Investor mengabaikan keraguan baru terhadap rapuhnya gencatan senjata AS-Iran. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan itu berada dalam kondisi "sangat kritis."
Trump meragukan kelangsungan gencatan senjata AS-Iran, dengan mengatakan bahwa kesepakatan rapuh itu pada dasarnya "bergantung pada alat bantu kehidupan". Menurutnya, Teheran memberikan respons yang disebutnya tidak dapat diterima terhadap proposal Washington untuk mengakhiri konflik.
"Saya akan mengatakan gencatan senjata itu berada dalam kondisi sangat kritis, seperti ketika dokter masuk dan berkata, 'Tuan, orang yang Anda cintai hanya memiliki sekitar 1% peluang untuk bertahan hidup,'" ujarnya, seperti dikutip laman CNBC .
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pergerakan datar indeks ASX 200, Australia. Indeks berlanjut turun 0,32% menjadi 8.673,60 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak lebih dari 2% setelah mencetak rekor tertinggi baru pada Senin, dan Kosdaq naik 0,62%. Kospi berlanjut melonjak 1,31% ke level 7.925,08.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melaju 1,19% ke posisi 63.157,76, setelah dibuka menguat 0,2%, dan Topix naik 0,54%.
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 26.421, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir indeks di posisi 26.406,84.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih akan menghadapi tekanan jual, setelah ditutup di zona merah pada sesi perdagangan kemarin, merosot 0,92% ke 6.905,62. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange anjlok 1,65% ke level USD14,63.
Beberapa analis memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini masih cenderung melemah, rawan terkoreksi ke kisaran 6.850. Secara teknikal, posisi IHSG yang masih mampu bergerak di atas area support 6.880 menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Meski dalam kondisi jenuh jual ( oversold ) IHSG diperkirakan belum langsung memicu pembalikan arah secara cepat.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat didorong optimisme sektor AI dan semikonduktor. S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Musim laporan keuangan tetap solid dengan 83 persen emiten melampaui ekspektasi. Pasar mulai mewaspadai risiko koreksi dan ancaman inflasi akibat kenaikan harga minyak. Investor menunggu rilis data inflasi AS, penjualan ritel, dan perkembangan hubungan AS-Iran.
Penguatan pasar terutama ditopang lonjakan sektor semikonduktor (+2,6%). Sektor energi mencatat kenaikan tertinggi di antara 11 sektor utama S&P 500. Sektor jasa komunikasi aling tertinggal. Kenaikan harga minyak mengangkat sektor energi. Intel dan Qualcomm meloncat 3,6% dan 8,4%. Fox Corp melesat 7,6%. Saham maskapai penerbangan; Southwest Airlines, Delta Air Lines, Alaska Air, dan United Airlines ambles 2,9% hingga 4,4%
  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,19% di 49.704,47.
  • S&P 500 bertambah 0,19% menjadi 7.412,84.
  • Nasdaq Composite sedikit naik 0,10% di 26.274,13.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup nyaris stagnan dan bursa regional bergerak variatif di tengah kekhawatiran konflik AS-Iran. Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan membebani sektor perjalanan serta penerbangan. Investor mencermati potensi kenaikan suku bunga ECB akibat inflasi energi.
Indeks STOXX 600 naik tipis 0,11% di 612,79. Sektor barang mewah anjlok 3,4%, menjadi yang terburuk dipimpin penurunan saham LVMH , Hermes, dan Burberry sebesar 3,3% hingga 4,4%. Sektor perjalanan dan rekreas paling terpukul sepanjang tahun ini (-7%). Kenaikan biaya energi diperkirakan semakin membebani industri penerbangan dan transportasi. Saham sektor pertambangan melesat 2,6% mengikuti kenaikan harga logam mulia. Saham Delivery Hero melambung lebih dari 18%. Airtel Africa melejit 14,5%.
  • DAX Jerman naik tipis 0,05% di 24.350,28.
  • FTSE 100 Inggris naik 0,36% menjadi 10.269,43.
  • CAC Prancis merosot 0,69% ke posisi 8.056,38.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat tipis di tengah meningkatnya ketidakpastian konflik AS-Iran.
Penolakan proposal damai Iran oleh Trump memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Pasar menanti data inflasi AS yang dapat memengaruhi arah suku bunga The Fed. Indeks Dolar AS (DXY) naik tipis 0,07% di 97,917, setelah sempat menyentuh 98,156.
Euro melemah terhadap greenback. Dolar juga menguat terhadap yen, mencerminkan tingginya permintaan aset aman global. Poundsterling Inggris menguat tipis di tengah tekanan politik terhadap Perdana Menteri Keir Starmer. Yuan China juga menguat didorong harapan stabilisasi perdagangan dan permintaan sektor AI. Pasar juga mencermati rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1783

0.00

0.00%

7:17 PM

Yen (USD-JPY)

157.22

0.03

0.02%

7:16 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3608

0.00

0.01%

7:16 PM

Rupiah (USD-IDR)

17,414

32.00

0.18%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.7959

0.00

0.07%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 11/5/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melonjak hampir 3% akibat memanasnya konflik AS-Iran. Optimisme deeskalasi memudar setelah AS menolak proposal perdamaian dari Iran. Trump menyebut upaya gencatan senjata dengan Iran berada di ambang kegagalan. Pasar khawatir gangguan Selat Hormuz akan terus menghambat distribusi energi global.
Harga Brent sempat menyentuh level tertinggi harian di USD105,99 per barel, sedangkan WTI mencapai puncak di USD100,37 per barel. Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC melorot sepanjang April ke level terendah dalam lebih dari dua dekade. Produksi 12 anggota OPEC menyusut sekitar 830 ribu bph menjadi 20,04 juta bph. Analis memperkirakan harga minyak tetap tinggi hingga tahun depan karena normalisasi pasokan berjalan lambat.
  • Harga Brent berjangka melompat 2,88% ke level USD104,21 per barel.
  • Harga WTI berjangka melonjak 2,78% ke posisi USD98,07 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup berbalik menguat tipis setelah sempat turun lebih dari 1 persen. Ketegangan AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi dan risiko geopolitik global. Investor melakukan aksi  bargain hunting  sambil menanti data inflasi AS pekan ini. Pasar fokus pada rilis IHK dan IHP AS untuk membaca arah suku bunga The Fed.
Prospek suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama masih membebani emas. PM India Narendra Modi meminta masyarakat menahan pembelian emas selama satu tahun guna menjaga cadangan devisa negara. Harga logam mulia lainnya; perak spot melesat 6,6% ke USD85,65 per ounce, platinum melompat 3% ke USD2.116,72, dan paladium meningkat 0,8% ke USD1.503,11.
  • Harga emas spot menguat 0,2% menjadi USD4.723,40 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS relatif stagnan di USD4.728,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest