Suara.com - Heru Sutadi, Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), mengingatkan masyarakat agar tidak terbawa euforia investasi emas yang dapat dimanfaatkan oleh spekulan.
Heru menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam berinvestasi emas, terutama menyikapi lonjakan harga emas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan ini disampaikannya dalam diskusi media melalui podcast yang diikuti oleh sejumlah wartawan di Makassar, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga emas justru dapat menjadi peluang bagi spekulan untuk mengambil keuntungan. Situasi ini berisiko merugikan masyarakat, terutama yang tidak memahami strategi permainan spekulan di pasar investasi.
"Spekulan bisa membeli emas dalam jumlah besar saat harganya tinggi seperti sekarang. Ketika harga naik lagi, mereka akan menjualnya, yang justru bisa memicu penurunan harga," ujar Heru.
Baca Juga: Plt Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Saat Ini
Sementara itu, masyarakat yang membeli emas dalam skala kecil mungkin panik saat harga turun dan akhirnya terpaksa menjual dengan kerugian. "Selain rugi karena harga turun, mereka juga terkena potongan biaya administrasi dari toko emas, sehingga kerugiannya berlipat," tambahnya.
Oleh karena itu, Heru menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat. BPKN berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi guna melindungi masyarakat dari risiko tren pasar yang fluktuatif.
Berdasarkan data PT Antam, harga emas Logam Mulia Antam 24 Karat terus mengalami kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pada Sabtu (12/4), harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu Rp1.904.000 per gram setelah naik Rp15.000 per gram. Sebelumnya, pada Jumat (11/4), harga emas naik Rp43.000 per gram menjadi Rp1.889.000 per gram, dan pada Kamis (10/4), harga emas meningkat Rp34.000 per gram menjadi Rp1.846.000 per gram.
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp1.754.000–Rp1.904.000 per gram. Sementara dalam sebulan terakhir, pergerakan harganya berada di rentang Rp1.679.000–Rp1.904.000 per gram.
Mewaspadai Bahaya FOMO dalam Investasi Emas
Baca Juga: Tiga Korban Penembakan OPM Teridentifikasi, Jenazah Langsung Dikuburkan Gegara Kondisi Membusuk
Euforia kenaikan harga emas belakangan ini berpotensi memicu fenomena FOMO (Fear of Missing Out), yaitu ketakutan masyarakat untuk ketinggalan momen investasi. Namun, keputusan investasi yang didorong oleh emosi semacam ini justru dapat menimbulkan risiko kerugian.
원저자가 모두 저작권을 보유한 id_suara에서 재 인쇄 함.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.