Risk-off Marak, Dolar AS Menguat Jelang Rilis Notulen FOMC

avatar
· Views 256

Indeks dolar AS (DXY) melambung hingga tembus ambang 93.00 menjelang rilis notulen FOMC beberapa jam ke depan. Ekspektasi tapering The Fed memudar gegara data-data ekonomi AS yang cenderung beragam belakangan ini, tetapi permintaan terhadap USD meningkat lantaran menguatnya sentimen risk-off di tengah pandemi berkepanjangan.

Risk-off Marak, Dolar AS Menguat Jelang Rilis Notulen FOMC

Laporan penjualan ritel AS kemarin menunjukkan terjadinya penurunan hingga -1.1 persen (Month-over-Month) pada bulan Juli 2021, padahal pertumbuhan sempat positif 0.7 persen pada periode sebelumnya. Penurunan ini juga lebih buruk dibanding ekspektasi konsensus yang hanya memperkirakan penurunan sampai -0.3 persen saja.

Laporan dari sektor perumahan AS hari ini tak kalah mengecewakan. Data Housing Starts jatuh 7.0 persen pada periode Juli 2021, meskipun Building Permits tumbuh moderat dengan laju 2.6 persen.

Aneka data ekonomi berfrekuensi tinggi tersebut menumbuhkan keraguan terhadap prospek tapering The Fed. Situasi seperti itu biasanya mengakibatkan depresiasi USD. Namun, risiko global saat ini membuat pelaku pasar lebih menyukai aset-aset safe haven seperti USD daripada mata uang komoditas dan aset high risk serupa.

Baca Juga:   BERITA SAHAM RABU 14/11/2018 - BTN GORONTALO TAWARKAN KPR BERSUBSIDI UNTUK PNS

“Kita punya banyak risiko makro yang melingkupi pasar saat ini,” kata Simon Harvey, analis pasar FX senior di Monex Europe, sebagaimana dikutip oleh Reuters, “Kita punya risiko perlambatan ekonomi China, peningkatan kasus Delta di wilayah Asia-Pasifik, dan pertumbuhan yang lebih lambat secara umum.”

Dolar New Zealand termasuk mata uang yang tertekan gegara kekhawatiran ini. Pernyataan kebijakan bank sentral New Zealand (RBNZ) sebenarnya cukup hawkish, karena hanya menunda kenaikan suku bunga dan bukannya membatalkan rencana rate hike. Namun, pemberlakuan lockdown senegara mulai hari Selasa hingga akhir pekan ini telah memicu kekhawatiran pasar terhadap outlook ekonomi setempat. Apalagi karena pemberlakuan lockdown itu hanya disebabkan oleh penemuan satu kasus COVID-19 Delta belaka.

Di sisi lain, pasar berharap notulen rapat FOMC tanggal 27-28 Juli yang diterbitkan esok dini hari bakal mengungkap petunjuk baru tentang arah kebijakan Federal Reserve AS. Apabila notulen tak menunjukkan sinyal baru, pencarian petunjuk berikutnya akan beralih ke simposium Jackson Hole pekan depan.

면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

이 글이 마음에 드시나요? 작성자에게 팁을 보내 감사의 마음을 전하세요.
댓글 0

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.

  • tradingContest