Dolar Australia telah menguat selama dua hari beruntun hingga menggapai level tertinggi 0.7380-an terhadap dolar AS dalam perdagangan hari ini (22/Juli). Namun, upaya rebound Aussie masih rentan terkoreksi. Laporan terbaru mengisyaratkan bahwa bank sentral Australia (RBA) kemungkinan bakal bersikap lebih dovish, karena dampak lockdown berpotensi memaksa mereka mempertahankan stimulus moneter dalam jumlah besar.
Grafik AUD/USD Daily via Tradingview.com
RBA baru-baru ini telah memulai tapering dengan mengurangi skala program pembelian obligasi dari AUD5 miliar menjadi AUD4 miliar per minggu. Total pembelian obligasi senilai AUD100 miliar dan direncanakan berakhir pada bulan September.
Meski demikian, perpanjangan lockdown ketat di sejumlah wilayah terancam menggagalkan kelanjutan tapering RBA. Beberapa wilayah yang terkarantina ketat, seperti Sydney dan Melbourne, merupakan pusat-pusat aktivitas ekonomi utama Aussie. Australia kemungkinan bakal menghadapi kinerja ekonomi kuartal ketiga yang lebih buruk dari ekspektasi, sehingga RBA terpaksa membatalkan keputusan untuk mengurangi pembelian obligasi atau malah meningkatkannya lagi.
Media massa Australia hari ini melaporkan bahwa antrean panjang pencari bantuan keuangan mulai terbentuk lagi di depan kantor-kantor pemerintah. Perusahaan-perusahaan di kota-kota terbesar Australia merumahkan karyawannya dengan gaji terbatas, mengisyaratkan kemunduran dalam upaya pemulihan pasar tenaga kerja setempat.
RBA tidak mungkin melanjutkan pengetatan kebijakan moneter di tengah kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk. Suku bunga pun kemungkinan akan dipertahankan pada tingkat 0.1 persen untuk kurun waktu lebih lama dari prakiraan pasar saat ini, demi menyediakan support bagi tahapan pemulihan ekonomi berikutnya.
원저자가 모두 저작권을 보유한 SeputarForex에서 재 인쇄 함.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

더 오래된 의견은 없습니다. 소파를 가장 먼저 잡으십시오.