
Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa pagi (5/5), menyentuh level Rp17.410 per dolar AS. Mata uang Garuda turun sekitar 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih dipenuhi ketidakpastian, terutama akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Pergerakan Mata Uang Asia Beragam
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terlihat bervariasi:
- Peso Filipina melemah 0,21%
- Ringgit Malaysia turun 0,18%
- Dolar Hong Kong melemah 0,03%
Namun, beberapa mata uang lainnya justru menguat:
- Yuan China naik 0,16%
- Dolar Singapura menguat 0,03%
- Yen Jepang naik 0,03%
- Won Korea Selatan menguat 0,20%
Mata Uang Global Juga Variatif
Sementara itu, mata uang negara maju bergerak campuran terhadap dolar AS:
- Euro melemah 0,04%
- Poundsterling turun 0,04%
- Dolar Australia terkoreksi 0,14%
Di sisi lain:
- Dolar Kanada menguat 0,02%
- Franc Swiss melemah 0,03%
Tekanan dari Dolar AS dan Geopolitik
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpotensi tertekan. Penguatan dolar AS dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, yang membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven.
Meski begitu, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam. Pasar saat ini cenderung menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I, yang bisa menjadi penentu arah selanjutnya.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran: Rp17.350 – Rp17.450 per dolar AS
Rupiah yang kembali melemah ke Rp17.410 menunjukkan tekanan eksternal masih dominan, terutama dari:
- penguatan dolar AS
- ketidakpastian geopolitik global
Namun, arah selanjutnya masih akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi domestik, khususnya rilis PDB yang dinantikan pasar.
면책 조항: 본 게시글에 표현된 견해는 전적으로 작성자의 견해이며 Followme의 공식 입장을 대변하지 않습니다. Followme는 제공된 정보의 정확성, 완전성 또는 신뢰성에 대해 책임을 지지 않으며, 서면으로 명시적으로 언급되지 않는 한 해당 내용을 기반으로 취해진 어떠한 조치에 대해서도 책임을 지지 않습니다.

- 끝 -